SURABAYA – Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Timur Ganjar Pranowo-Mahfud MD Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji menyayangkan pihak-pihak yang menggunakan lembaga survei untuk kepentingan sesaat demi memenangkan Pilpres 2024.
Hal itu diungkapkan Agus merespon sejumlah hasil survei yang menempatkan pasangan Capres-Cawapres tertentu memenangkan Pilpres 2024 melalui satu putaran dengan raihan angka di atas 50%.
“Jelas ini framing luar biasa, kita (Ganjar-Mahfud) optimis menang di Jatim,” kata Agus Setiadji dalam rapat koordinasi mingguan Executive Commite di Kantor TPD di Gedung Internatio Surabaya, Selasa (26/12/2023).
Menurutnya, gelaran pilpres harus menjadi proses pembelajaran demokrasi dan mendidik masyarakat sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas. “Mestinya pemilu ini menjadi ajang kompetisi sehat dalam memilih calon pemimpin masa depan yang lebih baik, bukan dengan framing,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya optimistis masyarakat Jawa Timur cerdas dalam membaca informasi dari berbagai sumber. “Kita tahu-lah siapa yang bermain-main,” ujar dia.
Agus merasa optimistis meski berbagai framing media dan lembaga survei, pasangan Capres Cawapres Ganjar-Mahfud pilihan terbaik bagi Indonesia dan warga Jawa Timur. “Karena itu kita terus gencarkan profil dan program pasangan Ganjar-Mahfud ke warga Jawa Timur,” tegasnya.
Untuk pemimpin Indonesia mendatang, sambung dia, pasangan Ganjar-Mahfud merupakan paket ideal yang saling melengkapi. Yakni kesehatan fisik, kesehatan jiwa dan kualitas kemampuan masing-masing saling melengkapi.
“Bahasa jawanya itu, tumbu ketemu tutup,” ungkapnya.
Agus menargetkan kemenangan prestisius di Jawa Timur mencapai 54 persen dengan satu putaran. Saat ini, pihaknya, lanjut Agus, terus bergerak dari 40 persen sekian untuk naik ke 54 persen.
‘’Dengan masuk ke grassroot melibatkan kekuatan relawan dan berbagai potensi,” jelasnya.
Senada, Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Jawa Timur, Sri Untari, menambahkan agar Tim Pemenangan terus mensosialisasikan program Kartu Sakti yang dirumuskan oleh pasangan Ganjar-Mahfud door to door kepada masyarakat di Jatim
Keunggulan kartu ini, menurut dia, berbagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu atau miskin mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Jaminan Kesehatan (JKN) atau BPJS gratis dan bantuan untuk keluarga Sejahtera, Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) akan digabung dalam Kartu Sakti atau yang disebut KTP Sakti.
“Ini untuk memudahkan masyarakat luas dalam menerima bantuan sosial pemerintah. Kami berusaha menyederhanakan semuanya ala Ganjar-Mahfud,” terang Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu.
Dia berharap, pada Pemilu kelima ini jangan sampai ada gangguan demokrasi. Apa yang sudah dilakukan selama ini, akan disempurnakan pasangan Ganjar-Mahfud.
‘’Ganjar-Mahfud kalau terpilih, akan jadikan pemerintahan yang demokratis. Di pemilu kelima ini jangan sampai ada gangguan demokrasi. Jangan gentar ada Ganjar, jangan takut ada Mahfud,” pungkas Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jatim itu. (red/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










