Senin
27 Juli 2026 | 5 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rakernas Akan Bahas Sinergi Pembangunan Nasional

pdip-jatim-jokowi-mega-saat-rakernas-semarang

pdip-jatim-jokowi-mega-saat-rakernas-semarangJAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran Jakarta, pada Minggu (10/1/2016). Rakernas akan berlangsung hingga 12 Januari 2016.

Menurut Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, kehadiran Jokowi dalam rakernas ini sebagai kader partai. Rakernas ini akan dibuka oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang sekaligus akan memberi arahan.

“Akan ada pidato politik dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang akan merekontruksi sistem pembangunan nasional terhadap sinergi pembangunan nasional semesta berencana,” kata Basarah di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).

Selain dihadiri oleh presiden, DPP PDI Perjuangan juga mengundang jajaran menteri koordinator di Kabinet Kerja. Salah satu agendanya adalah menyamakan visi dan persepsi soal arah pembangunan nasional kedepan.

“Khususnya dalam konsepsi jangka menengah lima tahun,” ujar Basarah, di acara diskusi menyambut Rakernas dan Harlah ke-43 PDI Perjuangan itu.

Selain itu ada juga komisi yang akan menghadirkan seluruh kepala daerah baik yang sedang memerintah ataupun yang baru terpilih.

“Tujuannya agar program pemerintahan pusat dan daerah bersinergi. Sekarang masih terjadi banyak ketidaksesuaian,” ujar pria yang juga anggota Komisi III DPR itu.

Sementara itu, Asvi Warman Adam, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, program pembangunan semesta berencana diterapkan oleh Presiden Soekarno pada era 1960-1969.

Program itu diadakan dalam rangka menghadapi situasi nasional dan tekanan internasional. Program ini membuat pembangunan antardaerah di Indonesia menjadi lebih terarah.

“Ini digunakan untuk menjawab situasi nasional yang dimana banyak pemberontakan dan tekanan internasional yang menginginkan Indonesia masuk dalam satu blok yang tengah berseteru. Buktinya, implementasi itu menghasilkan pembangunan yang baik,” ujar dia.

Sedang Guru Besar Hukum Universitas Jember, Widodo Ekatjahjana menilai program nasional pembangunan semesta berencana suatu langkah yang baik di tengah tata negara yang tak punya haluan seperti sekarang ini.

“Sistem negara tidak jelas dan haluan negara tidak ada. Karena itu, jika ini diwujudkan pada Rakernas, maka ini karya besar,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...