SURABAYA – Sebanyak 97 pelajar terpilih Surabaya resmi mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Surabaya 2025. Mereka terdiri dari 48 putra dan 49 putri.
Nantinya satu pasangan terpilih akan mengikuti pelatihan di tingkat provinsi. Sementara satu siswa telah mengikuti pelatihan tingkat nasional sejak pertengahan Juli.
Pembukaan Pusdiklat Paskibra Kota Surabaya yang digelar di Graha Sawunggaling dibuka Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Senin (4/8/2025).
Eri menyampaikan kepada para Paskibra pentingnya gotong royong dan kedisiplinan, saat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih.
“Saat mengibarkan bendera Merah Putih, kalian adalah satu tim—entah itu tim 8, 17, atau 45. Tim ini harus saling menguatkan dan tolong-menolong. Kekompakan, rasa welas asih, dan saling membantu harus terus di pupuk,” kata Eri Cahyadi.
Dia menekankan agar semangat Paskibra dapat dipertahan dalam kehidupan sehari-hari hingga usai masa bertugas usai.

“Saya sendiri mantan Paskibra. Dulu tempat tinggalnya mungkin beda dengan sekarang, tapi satu yang tak berubah: semangat korsa itu. Kalau satu gagal, semua bisa gagal. Itulah kenapa chemistry dan kekompakan itu sangat penting,” tuturnya.
Eri menerangkan bahwa kerja sama sebagai Paskibra memiliki kesamaan dengan visi misi pembangunan Kota Surabaya yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah demi mewujudkan kota yang dapat mensejahterakan masyarakatnya.
“Kalau kita satu visi, saling menguatkan, maka Surabaya akan lebih cepat mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan,” ujar Eri.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menjelaskan bahwa Pusdiklat berlangsung selama dua minggu, dari 4 hingga 18 Agustus 2025.
Setiap harinya, para peserta akan menjalani pelatihan intensif di halaman balai kota mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.
“Mereka akan menerima berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan, pengamalan Pancasila, hingga pelatihan kepemimpinan dan kepaskibraan,” papar Tundjung. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











