Sabtu
14 Februari 2026 | 6 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

50 Atase Pertahanan Negara Sahabat Kunjungi Surabaya

pdip-jatim-risma-atase-pertahanan

SURABAYA – Rabu (19/4/2017), Wali Kota Tri Rismaharini memaparkan kemajuan Kota Pahlawan yang telah dilakukan Pemkot Surabaya kepada 50 perwira atase pertahanan (athan) negara sahabat di ruang sidang wali kota.

Di hadapan para perwira, Risma menjelaskan secara bertahap soal kemajuan Kota Pahlawan. Di antaranya, pembangunan pedestrian jalan bagi pejalan kaki dan pembangunan box culvert untuk menanggulangi banjir.

Risma juga menjelaskan fasilitas sarana dan prasarana seperti command center yang berfungsi untuk menindaklanjuti laporan warga yang sedang atau melihat suatu kejadian, serta pemasangan CCTV untuk memantau kemacetan jalan.

Di bidang pendidikan, papar Risma, Pemkot Surabaya telah menggratiskan biaya sekolah mulai SD hingga SMA.

“Khusus untuk SMA/SMK sudah tidak gratis sebab ada pengalihan fungsi yang awalnya ditangani pemkot kini berpindah tangan ke provinsi,” kata Risma.

Di bidang ekonomi, tambahnya, pemkot melakukan pelatihan kepada warga Surabaya yang mengalami persoalan ekonomi dengan mengasah keterampilan mereka, kemudian mewadahi usaha dalam bentuk UKM.

“Diharapkan pelaku UKM mandiri dalam mengelola produksinya dan mampu mendongkrak pendapatan mereka,” jelas dia.

Wali kota yang pernah dinobatkan sebagai wanita paling inspiratif versi majalah Forbes tahun 2013 itu kembali menjelaskan sistem keamanan yang ada di Surabaya.

Misalnya, untuk meredam aksi kejahatan yang sudah dan mungkin akan terjadi di Surabaya, maka pemkot bekerja sama dengan TNI dan kepolisian melakukan sosialisasi di tiap-tiap kampung.

“Dari hasil sosisalisasi itu, diperoleh kata mufakat, di mana setiap kampung menugaskan warganya untuk berpatroli di kampungnya agar tercipta situasi yang aman dan nyaman,” imbuhnya.

Dalam kunjungan di Surabaya, rombongan para perwira Athan datang dari berbagai negara seperti, Singapura, Brazil , Thailand, United Kingdom, Italia dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Internasional, Kol. Inf TNI, Rizarius Eko HS menuturkan acara ini dibuat untuk memperkenalkan bagaimana sistem pemerintahan yang ada di Indonesia tidak berdiri sendiri.

Artinya, tiap-tiap elemen TNI berusaha membangun komponen-komponen yang kuat bagi daerahnya.

“Fungsi militer tidak hanya berperang, tetapi turut membangun daerahnya seperti di Surabaya ini,” jelas Rizarius. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Gresik Kumpulkan Ranting Se-Kecamatan Kedamean dan Menganti, Menjaring Calon Ketua PAC

GRESIK – Penjaringan calon ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kabupaten Gresik mulai dilakukan. Di ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Tawarkan Inkubasi UMKM bagi Guru PPG Non Sertifikasi

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi alternatif bagi guru Pendidikan ...
KRONIK

Saat Banyak Usaha Tumbang, Sofi Justru Menemukan Peluang di Kandang Sapi

BONDOWOSO – Di saat banyak usaha terpukul pandemi Covid-19 pada 2020, Sofi Indriasari justru menemukan jalan baru ...
LEGISLATIF

Aspirasi Gen-Z Mencuat dalam Reses DPRD Jatim, Program Pelatihan Gratis Disiapkan

SURABAYA – Kebutuhan ruang pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z menjadi salah satu aspirasi utama yang ...
KRONIK

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadan, Bupati Lukman Gelar Pangan Murah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ...
EKSEKUTIF

Setiap Selasa dan Jumat Kerja Bakti, Ini Langkah Baru Pemkab Blitar

BLITAR – Upaya membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan mulai diperkuat di Kabupaten Blitar. Pemerintah ...