Rabu
30 September 2026 | 7 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Belum Bahas Kandidat Cagub-Cawagub Jatim

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatim

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatimSURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH menegaskan, sampai sekarang belum ada pembahasan khusus soal kandidat yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Termasuk adanya wacana menduetkan Tri Rismaharini-Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

“Belum ada rencana menduetkan Risma-Anas di Pilkada mendatang, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi,” kata Kusnadi kepada wartawan di Surabaya, Senin (18/1/2016).

Mencuatnya nama Wali Kota Surabaya terpilih dan Bupati Banyuwangi terpilih sebagai bakal calon gubernur setelah pertemuan keduanya bersama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di sela Rakernas I 2016 di Jakarta, pekan lalu.

Meski tak membantah adanya pertemuan tersebut, namun politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu menyatakan, tak ada pembahasan terkait Pilkada Jatim.

Terlebih, kata dia, di internal PDIP Jatim terdapat mekanisme yang harus diikuti sebelum dilakukan penentuan mengusung pasangan calon kepala daerah. Baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi.

Menurut Kusnadi, pelaksanaan Pilkada Jatim yang tinggal dua tahun lagi bukan waktu panjang, sehingga akan dijadikan momen penting bagi PDI Perjuangan untuk meraih kemenangan di Pilkada Jatim.

“Karena itulah tahun ini, PDI Perjuangan akan mulai menjajaki dan konsolidasi internal partai untuk persiapan penjaringan calon gubernur Jatim 2018,” tuturnya.

Sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, setiap partai politik yang boleh mengusung calon sendiri di Pilkada Jatim harus memiliki minimal 20 kursi. Oleh karena itu, PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon.

Pada Pemilu Legislatif 2014, PDIP memperoleh 19 kursi DPRD Provinsi Jatim, sehingga membutuhkan satu kursi lagi untuk mengusung pasangan calon.

Karena harus koalisi, lanjut dia, PDI Perjuangan kemungkinan akan menggandeng seorang figur dari Nahdliyyin karena di Jatim memiliki masyarakat heterogen.

“Bisa saja mengusung calon dari tokoh Nahdliyyin. Tinggal kombinasinya nanti siapa yang menjadi calon gubernur cagub dan siapa wakilnya,” jelas legislator dari dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) tersebut. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah: Prabowo-Megawati Akan Bertemu Lagi, Diharapkan 17 Oktober

JAKARTA – Pertemuan lanjutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri direncanakan ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...