Selasa
01 September 2026 | 7 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Apresiasi Pertunjukan Wayang Kolaborasi Tiongkok-Jawa

pdip jatim - risma sedekah bumi kapasan

pdip jatim - risma sedekah bumi kapasanSURABAYA – Upaya melestarikan budaya Tiongkok terus dilakukan komunitas Tionghoa di Surabaya. Agenda berbalut pesta rakyat dengan tema Sedekah Bumi tersebut digelar di kawasan Kapasan Dalam Surabaya, Kamis (8/10/2015) malam.

Menariknya, dalam peringatan yang sudah digelar selama 119 tahun ini, perpaduan antara etnis Tionghoa dan Jawa melebur jadi satu. Dalam kegiatan yang dihelat di tengah perkampungan kawasan Timur Surabaya tersebut, juga mempertontonkan pagelaran wayang kulit.

Kegiatan tersebut menarik perhatian pasangan calon wali kota-calon wakil wali kota inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Keduanya hadir berselang waktu. Risma terlebih dahulu membuka kegiatan yang sudah ditunggu—tunggu oleh warga.

Risma hadir mengenakan busana batik berwarna merah dan dianugerahkan kalungan bunga saat menuju lokasi acara. Politisi perempuan yang kembali diusung sebagai cawali oleh PDI Perjuangan ini mengapresiasi undangan tersebut.

Dia begitu terkesan dengan pertunjukan yang dihelat warga sekitar. “Ini unik, kenapa Saya bilang begitu. Ada perpaduan dua unsur budaya. Yakni Tionghoa dan Jawa. Yang mengundang klenteng namun bikin acara wayang kulit,” ujarnya.

Dikatakan mantan Kepala Bapekko dan DKP Kota Surabaya ini, perpaduan akulturasi budaya tersebut menjadi salah satu ciri khas Surabaya.

“Dulu saya pernah mengelar wayang potehi di balai kota, tapi di sini (Klenteng Boen Bio) malah menggelar wayang kulit. Akulturasi budaya patut diteruskan. Ke depan, yang harus dipikirkan bagaimana mengembangkan budaya,” tegasnya.

Risma juga berkesempatan menyerahkan tokoh wayang Srikandi kepada panitia acara. Bahkan, Risma juga sempat diminta nyinden. “Loh kalau nyinden saya bisa. Tapi ini bahasa (Jawa) saya kalah halus sama Ki Dalang,” kelakar Risma sambil tertawa geli sembari menjawab kalimat Ki Dalang yang menggunakan bahasa Jawa kromo inggil.

Sementara, Mas WS (sapaan Whisnu Sakti Buana), datang berselang setelah Risma meninggalkan lokasi. Whisnu datang disambut seluruh panitia acara.

“Sebenarnya tadi kami akan hadir berdua. Namun, ada acara internal partai yang tidak bisa ditinggal. Jadi agak terlambat memang,” kata Whisnu. Alumnus ITS Surabaya ini mengakui terkesan dengan perpaduan dua unsur budaya.

Dikatakan Mas WS, tontonan wayang kerap dilihatnya semasa kecil. Namun, pertunjukan kolaborasi dua budaya tersebut justru membuat rasa kagum bagi arek Pakis ini. Wayangan yang digelar semalam suntuk ini menghadirkan lakon berjudul Bangun Taman Maerokoco. Sedang di malam hari kedua adalah Wahyu Kesantosan.

Menurut ketua panitia Ary Hermawan, setiap tahun, acara yang digelar di belakang Klenteng Boen Bio ‎ini selalu menggelar wayang kulit, sebagai perpaduan budaya antara Tiongkok dan Jawa. “Malam ini kita undang dalang dari Tionghoa, yaitu Boen Liong atau Ki Dalang Noto Sabdo Sutedjo,” kata Ary di lokasi acara.

Ary juga menyebut, acara sedekah bumi yang diadakan sekitar 30 warga Tionghoa di Jalan Kapasan Dalam ini, selalu diadakan di depan punden pohon tua, yang saat ini sudah tumbang‎ dan dibuatkan rumah.

“Acaranya selalu digelar di depan punden. Pernah digelar di lapangan samping, itu sudah lama sekali. Menurut orang tua-tua dulu, kalau digelar di lokasi lain semua tendanya roboh. Akhirnya, tiap tahun selalu digelar di depan punden,” ceritanya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda Disabilitas Jatim: Pemprov dan BUMD Wajib Pekerjakan Penyandang Disabilitas Minimal 2%

SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan diwajibkan menjadi pelopor dalam ...
KABAR CABANG

DPC Gresik Bantu 20.000 Liter Air Bersih Warga Pesisir Terdampak Kekeringan

GRESIK – Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah pesisir utara Kabupaten Gresik. ...
LEGISLATIF

PAK APBD 2026 Naik Rp149,62 M, DPRD Kota Malang Minta Anggaran Dikembalikan ke Rakyat

MALANG — Proyeksi kenaikan belanja daerah Kota Malang sebesar 6,03 persen atau Rp149,62 miliar dalam Perubahan APBD ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Jatim Suntik Rp4,6 Miliar ke 23 OPD, Fuad: Untuk Optimalkan PAD

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur merekomendasikan tambahan anggaran Rp4,6 miliar untuk 23 organisasi perangkat ...
KRONIK

PBNU Punya Pemimpin Baru, Gus Falah Dorong NU Semakin Solid dan Berdaya bagi Umat

JAKARTA — Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mampu menjaga ...
LEGISLATIF

Terima 9.205 Aduan Warga, Puan: Kritik Jangan Jadi Jarak antara Rakyat dan DPR

JAKARTA — Sebanyak 9.205 pengaduan masyarakat diterima DPR RI sepanjang 15 Agustus 2025 hingga 13 Agustus 2026. ...