Kamis
11 Juni 2026 | 7 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Apresiasi Pertunjukan Wayang Kolaborasi Tiongkok-Jawa

pdip jatim - risma sedekah bumi kapasan

pdip jatim - risma sedekah bumi kapasanSURABAYA – Upaya melestarikan budaya Tiongkok terus dilakukan komunitas Tionghoa di Surabaya. Agenda berbalut pesta rakyat dengan tema Sedekah Bumi tersebut digelar di kawasan Kapasan Dalam Surabaya, Kamis (8/10/2015) malam.

Menariknya, dalam peringatan yang sudah digelar selama 119 tahun ini, perpaduan antara etnis Tionghoa dan Jawa melebur jadi satu. Dalam kegiatan yang dihelat di tengah perkampungan kawasan Timur Surabaya tersebut, juga mempertontonkan pagelaran wayang kulit.

Kegiatan tersebut menarik perhatian pasangan calon wali kota-calon wakil wali kota inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Keduanya hadir berselang waktu. Risma terlebih dahulu membuka kegiatan yang sudah ditunggu—tunggu oleh warga.

Risma hadir mengenakan busana batik berwarna merah dan dianugerahkan kalungan bunga saat menuju lokasi acara. Politisi perempuan yang kembali diusung sebagai cawali oleh PDI Perjuangan ini mengapresiasi undangan tersebut.

Dia begitu terkesan dengan pertunjukan yang dihelat warga sekitar. “Ini unik, kenapa Saya bilang begitu. Ada perpaduan dua unsur budaya. Yakni Tionghoa dan Jawa. Yang mengundang klenteng namun bikin acara wayang kulit,” ujarnya.

Dikatakan mantan Kepala Bapekko dan DKP Kota Surabaya ini, perpaduan akulturasi budaya tersebut menjadi salah satu ciri khas Surabaya.

“Dulu saya pernah mengelar wayang potehi di balai kota, tapi di sini (Klenteng Boen Bio) malah menggelar wayang kulit. Akulturasi budaya patut diteruskan. Ke depan, yang harus dipikirkan bagaimana mengembangkan budaya,” tegasnya.

Risma juga berkesempatan menyerahkan tokoh wayang Srikandi kepada panitia acara. Bahkan, Risma juga sempat diminta nyinden. “Loh kalau nyinden saya bisa. Tapi ini bahasa (Jawa) saya kalah halus sama Ki Dalang,” kelakar Risma sambil tertawa geli sembari menjawab kalimat Ki Dalang yang menggunakan bahasa Jawa kromo inggil.

Sementara, Mas WS (sapaan Whisnu Sakti Buana), datang berselang setelah Risma meninggalkan lokasi. Whisnu datang disambut seluruh panitia acara.

“Sebenarnya tadi kami akan hadir berdua. Namun, ada acara internal partai yang tidak bisa ditinggal. Jadi agak terlambat memang,” kata Whisnu. Alumnus ITS Surabaya ini mengakui terkesan dengan perpaduan dua unsur budaya.

Dikatakan Mas WS, tontonan wayang kerap dilihatnya semasa kecil. Namun, pertunjukan kolaborasi dua budaya tersebut justru membuat rasa kagum bagi arek Pakis ini. Wayangan yang digelar semalam suntuk ini menghadirkan lakon berjudul Bangun Taman Maerokoco. Sedang di malam hari kedua adalah Wahyu Kesantosan.

Menurut ketua panitia Ary Hermawan, setiap tahun, acara yang digelar di belakang Klenteng Boen Bio ‎ini selalu menggelar wayang kulit, sebagai perpaduan budaya antara Tiongkok dan Jawa. “Malam ini kita undang dalang dari Tionghoa, yaitu Boen Liong atau Ki Dalang Noto Sabdo Sutedjo,” kata Ary di lokasi acara.

Ary juga menyebut, acara sedekah bumi yang diadakan sekitar 30 warga Tionghoa di Jalan Kapasan Dalam ini, selalu diadakan di depan punden pohon tua, yang saat ini sudah tumbang‎ dan dibuatkan rumah.

“Acaranya selalu digelar di depan punden. Pernah digelar di lapangan samping, itu sudah lama sekali. Menurut orang tua-tua dulu, kalau digelar di lokasi lain semua tendanya roboh. Akhirnya, tiap tahun selalu digelar di depan punden,” ceritanya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Khamim Tohari Ingatkan Sekda Kota Batu Terpilih Jaga Independensi dan Profesionalisme Birokrasi

Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengingatkan Sekda Kota Batu yang akan terpilih agar menjaga independensi ...
KRONIK

Disperinaker Bangkalan Gelar Job Fair 2026, Bupati Lukman Dorong Penurunan Angka Pengangguran

BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026. Hal ...
KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...