Lawan Hoax dan Fitnah, Arek Suroboyo: Wani!

SURABAYA – Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yakin, Forum Alumni Jawa Timur, yang beranggotakan para alumni dari berbagai universitas di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, bisa meluruskan soal hoax dan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya.

Dia meminta para peserta deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019), berkeliling datang dari pintu ke pintu untuk menjelaskan kebenaran.

Berita terkait

  1. Hadiri Deklarasi Dukungan Forum Alumni, Jokowi Dapat Panggilan “Cak”
  2. Banyak Fitnah di Medsos, Jokowi: Berpolitik Itu Ada Tata Kramanya
  3. Jokowi Melintas Gresik, Kader PDIP dan Relawan Projo Teriakkan Dukungan
  4. Imbau Jemaahnya Pilih yang Terbaik, Ini Capres Pilihan Mbah Moen Rembang

“Saya yakini arek Suroboyo wani (berani). Mesti wani, pasti wani,” kata Jokowi.

“Jokowi, wani!” jawab massa.

“Saya minta kita door to door dari desa ke desa, mana yang benar, yang tidak benar. Jangan dibolak-balik,” tambah Jokowi.

Hal itu dia sampaikan saat menyinggung geliat politik di tanah air menjelang pemilu saat ini. Jokowi mengatakan ada tim sukses yang menyiapkan propaganda ala Rusia.

Menurut Jokowi, perpolitikan di Indonesia saat ini dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoax. Jokowi mengatakan seharusnya perpolitikan di Indonesia itu memberikan edukasi dan penuh dengan sopan santun.

“Begitu banyaknya fitnah, hoax, kabar bohong yang lalu lalang di medsos. Cara berpolitik itu harus memberikan edukasi, cara berpolitik yang penuh keadaban, sopan santun,” tuturnya.

Dia mengatakan persoalan terkait banyaknya hoax dan fitnah itu karena adanya upaya adu domba ala asing.

Dia menyebut hal itu dilakukan oleh tim sukses, yang menurut Jokowi menyiapkan propaganda ala Rusia. Meski demikian, dia tak menyebut secara gamblang tim sukses yang dimaksud.

“Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual,” imbau Jokowi.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengingatkan pada massa pendukung untuk memilih pemimpin yang berpengalaman.

“Diperlukan pengalaman dalam memerintah sebuah pemerintahan yang besar. Pengalaman itu perlu. Saya pernah belajar hampir dua tahun ketika pertama kali menjadi Wali Kota Solo. Pengalaman merupakan hal yang penting dalam melihat siapa yang harus kita pilih,” kata Jokowi.

Dalam mengelola negara, ujar Jokowi, yang perlu dilihat adalah keragaman. Ini tak lepas dari beragamnya suku dan bahasa di Indonesia. Di tanah air ini, ada sebanyak 714 suku dan sekitar 110 bahasa daerah.

“Ini adalah tantangan dan sekaligus kekuatan. Jika dikelola dengan baik, ini kekuatan besar dan Indonesia bisa menjadi lima besar ekonomi terkuat di dunia,” terangnya. (goek)