Sabtu
31 Oktober 2026 | 7 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harkopnas, Said Abdullah: Saatnya Koperasi Bangkit Jadi Motor Utama Ekonomi Rakyat

pdip-jatim-241229-mhsa-buya-said

SURABAYA — Ketua Dewan Pengawas Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), MH Said Abdullah, menyerukan kebangkitan kembali semangat gotong royong dalam gerakan koperasi nasional.

Dalam momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang diperingati setiap 12 Juli, dia menegaskan bahwa koperasi bukan semata instrumen ekonomi, tapi merupakan gerakan sosial dan pendidikan rakyat yang berakar kuat dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Sejak awal, koperasi hadir bukan sekadar wadah ekonomi, tapi juga sebagai gerakan sosial dan pendidikan rakyat,” ungkap Said Abdullah, Senin (14/7/2025).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengingatkan kembali pada ajaran Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang menempatkan koperasi sebagai wujud nyata dari ekonomi Pancasila.

Dalam kerangka pemikiran Hatta, sebut Said, koperasi adalah milik rakyat, dibangun atas dasar kesetaraan, demokrasi ekonomi, dan semangat gotong royong untuk kesejahteraan bersama.

“Dr. Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, menanamkan nilai bahwa koperasi adalah usaha milik rakyat dengan semangat kesetaraan, sarana pendidikan dan pengembangan diri, pilar pembangunan ekonomi inklusif, serta wujud nyata ekonomi Pancasila: gotong royong, demokratis, dan untuk kesejahteraan bersama,” bebernya.

Lebih lanjut, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu juga menyoroti berbagai tantangan yang masih menghambat kemajuan koperasi di Indonesia.

Salah satunya adalah minimnya kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, yang saat ini masih berada di bawah 1 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Selain itu, Said menyoroti dominasi koperasi dalam sektor usaha simpan pinjam yang belum diimbangi oleh keragaman sektor lain, seperti koperasi produksi, konsumsi, maupun jasa.

Hal ini membuat ruang gerak koperasi menjadi sempit dan belum mampu menjawab kebutuhan ekonomi rakyat secara komprehensif. “Dominasi usaha simpan pinjam belum diimbangi keragaman sektor,” tambahnya.

Tantangan lainnya yang tak kalah serius, sebut Said, adalah citra koperasi yang kerap tercoreng oleh sejumlah kasus penyalahgunaan manajemen dan pengelolaan yang tidak transparan di masa lalu.

Reputasi yang tercoreng ini, jelasnya, berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang amanah dan profesional.

“Citra koperasi masih tercoreng oleh kasus-kasus masa lalu,” papar dia.

“Saatnya kita bangkitkan semangat gotong royong! Jadikan koperasi sebagai motor utama ekonomi rakyat—mandiri, profesional, dan dipercaya publik,” pungkas Said. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...