Rabu
04 November 2026 | 7 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari ini, Tim Saber Pungli Diumumkan

pdip-jatim-doorstop-pramono

pdip-jatim-doorstop-pramonoJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, instrumen pembentukan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah siap.

Peraturan presiden (Perpres) mengenai Tim Saber Pungli, rencananya akan diumumkan oleh Menko Polhukam, Jumat (21/10/2016) hari ini.

“Besok akan diumumkan, mengenai kerjanya, mengenai mekanismenya, siapa yang ditunjuk untuk pelaksana di lapangan,” kata Pramono Anung, kemarin.

Yang bertanggung jawab menjadi komando Saber Pungli, sebut Pramono, adalah Menko Polhukam, dibantu Kapolri dan juga Jaksa Agung. “Tapi nanti akan ditunjuk ketua pelaksana, yang nantinya akan disampaikan Menko Polhukam,” ujarnya.

Tim Saber Pungli, tambah Pramono, secara terus menerus akan dilakukan juga sampai di daerah-daerah. Tidak hanya hanya ke kementerian/lembaga (K/L) ataupun siapapun yang berkaitan pada pelayanan publik, tetapi juga harus ke dalam, termasuk ke kepolisian dan kejaksaan.

“Presiden juga mengingatkan ini juga kepada kepolisian dan kejaksaan, jangan main-main dalam persoalan ini karena ini cukup serius, sungguh-sungguh, dan akan dipantau secara langsung oleh Bapak Presiden,” sambung mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Meski di daerah ada Kajati dan Kapolda, lanjut Pramono, untuk sementara dalam waktu 3 bulan ini semua kendali dilakukan dari pusat, dan bisa masuk sampai ke daerah.

Sementara itu, saat rakor dengan gubernur se-Indonesia di Istana Negara kemarin, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa yang namanya pungli bukan masalah soal besar kecilnya. Tapi keluhan yang sampai kepada dirinya itu memang sudah puluhan ribu banyaknya, baik yang kecil-kecil urusan Rp10 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, bahkan yang jutaan rupiah.

“Ini persoalan yang harus kita selesaikan. Jadi bukan masalah urusan Rp10 ribu tetapi pungli telah membuat masyarakat kita susah untuk mengurus sesuatu, atau misalnya di jalan dicegat, dimintai pungutan,” kata Jokowi.

Dia mengingatkan, masalah pungli itu pada akhirnya akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi yang nanti akibatnya akan menurunkan daya saing ekonomi Indonesia.

Jokowi mengakui, pungli sudah bertahun-tahun, dan sudah dianggap sebagai hal yang normal, biasa, serta bangsa Indonesia permisif terhadap praktik itu. Karenanya, dia mengajak para gubernur untuk membicarakan langkah-langkah konkret pemberantasan pungli di daerah.

“Tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan izin-izin, tidak hanya urusan yang ada di jalan raya, tidak hanya urusan yang berkaitan dengan di pelabuhan, di kantor, di instansi, bahkan di rumah sakit. Apapun yang berkaitan dengan pungutan tidak resmi harus bersama-sama mulai kita kurangi dan hilangkan,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Agus Wicaksono Buka KLIK DALAK di Lumajang, Tegaskan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

LUMAJANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, secara resmi membuka kegiatan Klinik ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Intervensi Ekonomi di Kawasan Rawan Narkoba Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan ...
LEGISLATIF

Polemik Jam Operasional Pasar Buah Tanjungsari, Syaifuddin Zuhri Buka Peluang Revisi Perda

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mendorong DPRD Surabaya membuka peluang revisi ...
KRONIK

Kemiskinan Banyuwangi Terus Menyusut, 5 Tahun Turun dari 8,07 Jadi 5,6 Persen

BANYUWANGI – Upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas Bupati Banyuwangi, Ipuk ...
LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...