Senin
05 Oktober 2026 | 11 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Tengah Tantangan dan Gejolak, Pancasila Terbukti Persatukan Bangsa

pdip-jatim-ahmad-basarah-wasekjen

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengingatkan bahwa Pancasila sebagai landasan filosofi negara telah terbukti mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai tantangan dan gejolak.

“Karena itu, bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni,” kata Basarah, di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Basarah menyebutkan, penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional, berdasarkan Keppres Nomor 24 tahun 2016. “Keputusan Presiden Jokowi ini memiliki dasar pijakan historis dan yuridis yang jelas,” jelasnya.

Baca juga: Sambut 1 Juni, PDIP: Momen Kembalikan Roh dan Jiwa Pancasila

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, dasar historis dan yuridis Harlah Pancasila, antara lain, pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan agenda tunggal khusus membahas tentang apa dasar negara Indonesia jika merdeka kelak.

Dia mengungkapkan, Bung Karno sebagai anggota BPUPK untuk pertama kalinya di depan sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 menyampaikan pandangan dan gagasannya tentang lima prinsip atau dasar bagi Indonesia merdeka, yang disebut Pancasila.

Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 tersebut, ujar Basarah, telah diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang BPUPK.

Terkait peringatan 1 Juni sebagai Harlah Pancasila, Basarah dalam acara Lingkar Dialog Pancasila di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/5/2019) mengatakan, Pancasila merupakan ideologi yang dinamis.

Oleh karena itu, Pancasila berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Namun, tetap berlandaskan pada falsafah dasar yang terangkum dalam Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.

Basarah menegaskan, Pancasila bukan ideologi tertutup. “Yang dimaksud ideologi tertutup adalah ideologi dogmatis yang tak bisa didiskusikan lagi, contohnya seperti komunisme,” terang dia.

Lalu, lanjut Basarah, Pancasila juga bukan merupakan ideologi terbuka yang penafsirannya dilepaskan pada “pasar bebas” pemikiran. Sebab, ideologi yang terlalu terbuka bisa mencabut ideologi tersebut dari “roh” atau falsafah dasarnya.

“Dulu rezim Orde Baru pernah menafsirkan Pancasila menurut tafsirannya sendiri, dengan mencabut Pancasila dari Philosophische Grondslag-nya, yakni Pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” sebut Basarah.

Acara Lingkar Dialog Pancasila sendiri diselenggarakan PDI Perjuangan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945- 1 Juni 2019. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

PEMILU

Wacana Pemecahan Dapil Tuban Menghangat, Ony Ingatkan Masalah Warga Jangan Terabaikan

SURABAYA – Wacana penataan dan pemecahan daerah pemilihan (dapil) DPRD Kabupaten Tuban mulai menghangat. Anggota ...
UMKM

Kisah Suyati Menambah Pendapatan Keluarga dengan Beternak Ayam KUB

TUBAN — Riuh rendah suara ayam saling bersahutan dari area belakang sebuah rumah sederhana di Kecamatan Soko, ...
KABAR CABANG

Halaman Kantor PDI Perjuangan Jember Disulap Jadi Ruang Latihan Gandrung

JEMBER – Halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember berubah fungsi menjadi ruang latihan kesenian Gandrung. ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Ingatkan Investasi di Malang Raya Jangan Korbankan Lingkungan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko mengingatkan pemerintah agar geliat ...
LEGISLATIF

Kasus Dugaan Asusila Guru di Kangean, DPRD Jatim Desak Proses Hukum Transparan dan Cepat

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Indriani Yulia Mariska mendesak kasus dugaan tindakan asusila yang ...
MILANGKORI

Blumbang Gedhe Blitar Disiapkan Jadi Destinasi Wisata, Penataan Dimulai 2027

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan kawasan Blumbang Gedhe di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, menjadi ...