Senin
19 Oktober 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Tengah Tantangan dan Gejolak, Pancasila Terbukti Persatukan Bangsa

pdip-jatim-ahmad-basarah-wasekjen

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengingatkan bahwa Pancasila sebagai landasan filosofi negara telah terbukti mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai tantangan dan gejolak.

“Karena itu, bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni,” kata Basarah, di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Basarah menyebutkan, penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional, berdasarkan Keppres Nomor 24 tahun 2016. “Keputusan Presiden Jokowi ini memiliki dasar pijakan historis dan yuridis yang jelas,” jelasnya.

Baca juga: Sambut 1 Juni, PDIP: Momen Kembalikan Roh dan Jiwa Pancasila

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, dasar historis dan yuridis Harlah Pancasila, antara lain, pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan agenda tunggal khusus membahas tentang apa dasar negara Indonesia jika merdeka kelak.

Dia mengungkapkan, Bung Karno sebagai anggota BPUPK untuk pertama kalinya di depan sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 menyampaikan pandangan dan gagasannya tentang lima prinsip atau dasar bagi Indonesia merdeka, yang disebut Pancasila.

Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 tersebut, ujar Basarah, telah diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang BPUPK.

Terkait peringatan 1 Juni sebagai Harlah Pancasila, Basarah dalam acara Lingkar Dialog Pancasila di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/5/2019) mengatakan, Pancasila merupakan ideologi yang dinamis.

Oleh karena itu, Pancasila berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Namun, tetap berlandaskan pada falsafah dasar yang terangkum dalam Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.

Basarah menegaskan, Pancasila bukan ideologi tertutup. “Yang dimaksud ideologi tertutup adalah ideologi dogmatis yang tak bisa didiskusikan lagi, contohnya seperti komunisme,” terang dia.

Lalu, lanjut Basarah, Pancasila juga bukan merupakan ideologi terbuka yang penafsirannya dilepaskan pada “pasar bebas” pemikiran. Sebab, ideologi yang terlalu terbuka bisa mencabut ideologi tersebut dari “roh” atau falsafah dasarnya.

“Dulu rezim Orde Baru pernah menafsirkan Pancasila menurut tafsirannya sendiri, dengan mencabut Pancasila dari Philosophische Grondslag-nya, yakni Pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” sebut Basarah.

Acara Lingkar Dialog Pancasila sendiri diselenggarakan PDI Perjuangan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945- 1 Juni 2019. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...