Minggu
08 November 2026 | 6 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Jatim, Kolaborasi Nasionalis – Religius Terbukti Bisa Menangkan Pilkada

pdip-jatim-untari-180920

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan, kemenangan 11 pasangan calon (paslon) yang diusung Partainya di Jatim menunjukkan kolaborasi yang kuat antara nasionalis dan religius.

Hal ini tampak dari 11 pilkada kabupaten/kota tersebut, 6 pasangan di antaranya merupakan perpaduan kader Banteng bersama calon dari kalangan Nahdliyin (NU).

“Alhamdulillah, kita berhasil menunjukkan perpaduan kalangan Soekarnois dengan NU, bisa menyatu di enam daerah yang berhasil menang di pilkada serentak kemarin,” ujar Untari, Sabtu (12/12/20).

Menurut Untari, perpaduan nasionalis dan religius ini terlihat di Kabupaten Situbondo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Malang dan Kabupaten Sumenep.

Hal ini, tambah Untari, merupakan bukti bahwa perpaduan antara nasionalis dan religius benar-benar terimplementasikan dalam Pilkada 2020.

“Masyarakat juga mendukung. Terbukti mereka bisa memenangkan pilkada. Ini keinginan masyarakat agar kekuatan nasionalis dan religius bisa bersatu dalam memimpin mereka di daerahnya, tidak lain untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ini juga, lanjut Untari, bisa menjadi catatan yang cukup indah bagi NKRI yang dimulai dari Jawa Timur. Kekuatan terbesar di Jatim untuk membawa kemakmuran masyarakat yang teridentifikasi pada kalangan nasionalis dan religius bisa dipadukan Partainya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono mengatakan, pilkada kali ini sebagai bukti konsistensi PDI Perjuangan dalam memadukan nasionalis dan religius. Terbukti perpaduan ini berhasil menang di pilkada.

“Seperti di Situbondo. Dengan perpaduan calon dari PDI Perjuangan dan kalangan Nahdliyin, kita bisa menang. Padahal kita belum pernah menang di Situbondo,” ujarnya.

Deni meyakinkan kolaborasi nasionalis religius ini akan membawa kemanfaatan yang lebih lagi untuk masyarakatnya lima tahun mendatang.

“Terima kasih para ulama, kiai, pimpinan Ponpes, serta para bu Nyai, Ansor, Fatayat dan Muslimat NU yang telah memberikan rekomendasi kader-kader terbaiknya, bersama dengan PDI Perjuangan, sehingga bisa memenangkan Pilkada 9 Desember di Jatim,” ucapnya.

Ini 6 paslon perpaduan nasionalis – religius di Jatim yang berhasil menang di Pilkada 2020.

  1. Situbondo, Karna Suwandi – Khoirani (53,11%)
  2. Malang, HM. Sanusi – Didik Gatot S (45,56%)
  3. Kediri, Hanindhito Himawan – Dewi Mariya Ulfa (76,73%).
  4. Trenggalek, Nur Arifin – Syah Muhammad N (68,08%).
  5. Gresik, Fandi Achmad – Aminatun Habibah (51,32%)
  6. Sumenep, Ahmad Fauzi – Dewi Khalifah (51,87%).

(goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...
KRONIK

Soekarno Run Lewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Eri Cahyadi: Tanamkan Semangat Berdikari

BLITAR — Lintasan Soekarno Run 2026 yang melewati kawasan Istana Gebang dan Makam Bung Karno bukan sekadar rute ...