Minggu
16 Agustus 2026 | 8 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

pdip jatim 260801 sidak stadion kanjuruhan 1

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan di Stadion Kanjuruhan yang direnovasi menggunakan dana APBN sebesar Rp335 miliar. Temuan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah pusat mengingat proyek itu dibiayai anggaran negara dan baru diresmikan.

Komitmen tersebut disampaikan Zulham usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion Kanjuruhan, Jumat (31/7/2026). Dalam sidak tersebut, ia menemukan sejumlah kerusakan pada bagian bangunan, mulai dari plafon bocor dan ambruk, beton yang mengelupas, hingga retakan yang memicu genangan air saat hujan.

“Plafonnya ada yang bocor dan ambruk. Sebagian cor mengelupas. Sangat memprihatinkan, padahal ini stadion yang direnovasi dengan anggaran Rp335 miliar dari APBN, salah satu proyek termahal Kementerian PU, tapi kualitasnya asal-asalan,” ujar Zulham.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu mengungkapkan, sejumlah ruang di dalam stadion bahkan belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih mengalami kebocoran dan genangan air.

Selain persoalan kualitas bangunan, Zulham juga menyoroti belum tuntasnya proses serah terima fisik aset kepada Pemerintah Kabupaten Malang. Menurutnya, meski operasional stadion telah diserahkan sejak 8 Maret 2025, status aset yang masih berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum membuat pemerintah daerah belum dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan.

“Artinya, stadion sudah bisa dipakai Pemkab untuk kegiatan. Tapi sampai hari ini belum juga ada serah terima fisik bangunan. Artinya, Pemkab juga tidak boleh menganggarkan perbaikan dan rehabilitasi karena statusnya masih jadi aset Kementerian PU,” katanya.

Ia juga mengaku menerima informasi mengenai dugaan masih adanya kewajiban pembayaran kepada sejumlah subkontraktor lokal yang terlibat dalam proyek tersebut. Menurutnya, informasi itu juga perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Sebagai anggota DPRD, Zulham menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan dengan membawa seluruh temuan, termasuk kondisi fisik stadion, persoalan administrasi aset, hingga informasi terkait subkontraktor, ke tingkat pemerintah pusat.

“Saya akan membawa seluruh temuan ini dalam rapat kerja dengan Kementerian PU agar segera mendapat tindak lanjut,” tegasnya.

Menurut Zulham, percepatan penyelesaian berbagai persoalan tersebut menjadi penting mengingat Stadion Kanjuruhan diproyeksikan menjadi kandang Arema FC dan RANS Nusantara FC. Di sisi lain, stadion tersebut juga memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Malang sebagai bagian dari pengingat Tragedi Kanjuruhan. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng Papua Tengah Tekuk Sulawesi Selatan 2-0 di Soekarno Cup 2026

BANGKALAN – Banteng Papua Tengah meraih kemenangan 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...
HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...