Minggu
31 Mei 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Xanana Desak Wali Kota Mojokerto Perhatikan Masyarakat Selama PPKM

PDIP-Jatim-Xanana-27072021

MOJOKERTO – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ahmad Yustinus Ariyanto meminta Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan seluruh pembangunan fisik yang tidak urgen selama pandemi Covid-19.

Xanana, sapaan akrab Ahmad Yustinus Ariyanto, meminta agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 difokuskan untuk menangani masyarakat susah akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai. Menurutnya, dana APBD 2021 kurang lebih mencapai 1 triliun, dan disebutkan dalam dana refocusing untuk penanganan covid-19 sebesar 80 milyar lebih.

“Sayangnya, sejak awal pandemi berlangsung dana tersebut belum digunakan sepenuhnya oleh Pemkot, sedangkan tren sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus meningkat,” ujar Xanana, Selasa (27/7/2021).

Karena itu, Xanana meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan pembangunan fisik yang tidak mendesak. Menurutnya, dana untuk bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 dengan maksimal.

“Sekali lagi dengan hormat saya meminta wali kota untuk dengan bijaksana menghentikan semua pembangunan fisik yang tidak urgen, alun-alun, taman sekar sari, dan area wisata rejoto misalnya, gunakan anggaran untuk penangan wabah itu yang lebih urgen,” jelas Xanana.

Kesejahteraan pedagang kaki lima juga tak luput dari perhatiannya. Dia dengan tegas meminta agar Wali Kota segera mengambil kebijakan untuk memberikan ganti untung pada PKL yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Beri tunjangan PKL, 2-3 juta, utamanya untuk penjual nasi, gorengan, dan warung lainnya yang berjualan di malam hari. Kasihan kan? Mereka berjualan untuk nyambung hidup,” tegas Xanana.

Xanana juga meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk memberikan tunjangan kepada setiap keluarga di Kota Mojokerto. Dengan anggaran yang begitu besar, tambah Xanana, Pemkot diyakini akan cukup memberikan bantuan pada 46.041 KK di Kota Mojokerto.

“Nominalnya bisa 1 sampai 2 juta. Juga jangan dilupakan, nakes, sopir ambulan, office boy rumah sakit, penggali kubur dan lainnya. Mereka adalah pekerja di garis depan. Pemerintah wajib menjamin dan memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya. Ingat itu!” Tutup Xanana. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Pancasila dan Jalan Pulang Bangsa Indonesia

Oleh Nur Hakim SETIAP 1 Juni, kita ramai-ramai merayakan Hari Lahir Pancasila. Trending di media sosial, upacara ...
KABAR CABANG

Pelantikan PAC Se-Tuban, Didik Prasetiyono Ingatkan Tekad Menang Pemilu untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

TUBAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 20 ...
KABAR CABANG

Peringati BBK, DPC PDIP Jember Pilih Bersihkan Sungai dan Gelar 1 Juta Selawat

DPC PDI Perjuangan Jember memperingati Bulan Bung Karno dengan aksi bersih sungai dan gerakan 1 Juta Selawat untuk ...
KABAR CABANG

Deni Wicaksono Ingatkan Kader Hadapi Pertarungan Politik Digital 2029

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan kader menghadapi pertarungan politik digital ...
KRONIK

DPD PDIP Jatim Perkuat Ideologi, Kaderisasi Masif Segera Digelar di Seluruh Jawa Timur

PONOROGO – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan segera melaksanakan program kaderisasi secara masif bagi seluruh ...
KABAR CABANG

PAC Se-Sidoarjo Tanam Bibit Sukun di 18 Kecamatan, Sambut Harlah Pancasila dan Bulan Bung Karno

SIDOARJO – Kader-kader PAC di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi tanam bibit pohon sukun di ...