SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan sidak di bantaran Sungai Pegirian, Jalan Jatisrono Timur, Rabu (16/3/2022). Dalam sidak tersebut, Armuji menemui sejumlah titik tumpukan sampah akibat kesadaran masyarakat yang kurang dengan membuang sampah sembarangan.
Melihat hal tersebut, Armuji geleng-geleng kepala. Ia heran masih ada perilaku warga Surabaya yang demikian. Ia pun segera mengomando Satgas Dinas Lingkungan Hidup melalui handy talky (HT) yang tidak pernah lepas saat ia turun kelapangan.
“Tidak jauh dari sini ada tempat pembuangan sementara (TPS), tetapi kok ya malas hanya tinggal lempar saja. Nanti kalau banjir yang disalahkan Pemerintah Kota (Pemkot),” ujar Armuji.
Melanjutkan sidaknya, tak sengaja Armuji menjumpai warga yang lewat dengan “enteng” melemparkan kantong plastik yang berisikan sampah. Sejumlah petugas pun menghentikan warga tersebut yang mengaku tidak tahu dan dikiranya itu merupakan tempat pembuangan sampah.
“Lho kok tidak tahu bagaimana Pak? Jelas-jelas ini bukan tempat pembuangan sampah. Jangan diulangi lagi, kasihan warga yang lainnya. Kacau karena ulah beberapa orang,” tegas Armuji kepada warga tersebut.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut kompleksnya masalah sampah memang tidak hanya bagaimana secara teknis mengolah sampah, akan tetapi juga bagaimana menanganinya secara sosial, ekonomi, hukum, dan politik.
Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut, Armuji juga meminta agar Lurah Ujung dan Camat Semampir rutin melakukan pengawasan terhadap wilayah Jatisrono Timur itu, termasuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan warga untuk menumbuhkan kesadaran dengan tidak mencemari lokasi sungai.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Ayo jaga lingkungan kita bersama,” imbuhnya. (dhani/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













