oleh

Wabup Timbul Upayakan Rumah Layak untuk Keluarga Penghuni Gubuk Seluas 4×5 Meter

-Eksekutif-49 kali dibaca

KABUPATEN PROBOLINGGO – Tak hanya sejumlah bantuan yang mengalir kepada keluarga penghuni gubuk bambu di salah satu dusun di Desa Randumerak Kecamatan Paiton. Wakil Bupati Timbul Prihanjoko melalui pemkab mengupayakan rumah layak untuk keluarga terdiri dari enam jiwa ini.

Wabup Timbul bersama sejumlah pegawai dari organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab mendatangi rumah keluarga Nenek Zainab, penghuni gubuk tersebut. Kedatangannya ke bantaran Sungai Pancar Glagas Desa Randumerak, temoat gubuk berada, untuk merespon adanya informasi terkait enam warganya yang dikabarkan hidup dalam ketidaklayakan. 

“Terlepas dari permasalahan yang melatarbelakangi kelurga Ibu Zainab, kami Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperhatikan permasalahan sosial seperti ini. Kedepannya, camat bersama OPD terkait segera menentukan langkah-langkah yang harus diupayakan. Tentu yang pertama adalah pembangunan rumah yang jauh lebih layak lagi,” jelasnya wakil bupati dari PDI Perjuangan ini, Kamis (10/6/2021).

Wabup Timbul juga mengapresiasi kepedulian masyarakat sekitar dan para simpatisan yang telah mengupayakan donasi kepedulian untuk keluarga Nenek Zainab.

Kepada jajaran aparatur pemerintahan, Wabup Timbul menegaskan untuk lebih peduli terhadap kondisi masyarakatnya.

“Dengan adanya kejadian seperti ini kami harap menjadi hikmah tersendiri bagi kita dan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, termasuk tenaga kesehatan agar lebih jeli dalam memotret kondisi masyarakatnya,” pungkas mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo ini.

Berita Terkait: Dokter Mufti Anam Bantu Modal Usaha Keluarga Penghuni Gubuk Seluas 4×5 Meter

Sebelumnya, sejumlah media setempat memberitakan, ada satu keluarga terdiri dari enam jiwa menghuni satu gubuk bambu dengan luasan 4×5 meter. Gubuk dihuni enam orang, yakni Solehuddin dan istri, serta anaknya, lalu Nenek Zainab (mertua Solehudin) dan dua saudara lainnya.

Gubuk di sebuah lahan pengairan setempat di desa tersebut, tanpa dilengkapi kamar tidur, kamar mandi dan darur. Untuk keperluan memasak, mereka menggunakan kayu seadanya di bagian luar belakang rumah.

Derita tidak berhenti disitu. Anak dari Solehuddin ditengarai mengalami gizi buruk. “Kita doakan juga agar si kecil kondisinya bisa terus membaik. Tumbuh menjadi anak yang sehat dan kelak bisa menjadi manusia yang menebar banyak manfaat kepada sesama,” harap Mufti Anam. (drw/hs)

Komentar