Rabu
07 Oktober 2026 | 10 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Marhaen: 32 Persen PDRB Kita dari Sektor Pertanian

pdip-jarim-marhaen-pupuk-phonska

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, di Kabupaten Nganjuk tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan, namun harus berdaulat dalam pangan. Karena itu, Marhaen menyebut peran penting pupuk harus baik dan berimbang, agar menghasilkan tanaman yang baik pula.

Dengan tanaman baik dan hasil melimpah maka, kata Marhaen, hasil tanaman pangan tersebut tidak hanya dikonsumsi orang Nganjuk. Tapi juga bisa dijual di luar Kabupaten Nganjuk, demi kemakmuran petani Nganjuk.

“Perlu diketahui, 32 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita disumbang dari sektor pertanian,” kata Marhaen.

Hal ini disampaikan Marhaen Djumadi saat membuka acara Temu Kios dan Launching Phonska Plus oleh PT. Petrokimia Gresik di Gedung Wanita Nganjuk, kemarin.

Temu Kios tersebut dihadiri antara lain legislator DPR RI dari PDI Perjuangan Ir Mindo Sianipar, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk, dan sekitar 200 kios pupuk bersubsidi.

Dia pun menegaskan, pupuk yang baik dan berimbang adalah penentu hasil produksi pertanian.

“Apabila perlu, Nganjuk bisa ditambah kuota pupuk bersubsidinya, mumpung disini ada Bang Mindo Sianipar Ketua Komisi IV DPR RI, biar nanti bisa disampaikan kepada Menteri Pertanian,” ujar Marhaen.

Dengan adanya kemitraan PT. Petrokimia Gresik di Nganjuk Wabup Marhaen berharap agar bahan baku kemitraan bisa digali dari potensi Nganjuk. Karena Kabupaten Nganjuk memilki slogan, Cinta Nganjuk, Bangga Nganjuk, Beli Produk Nganjuk.

Usai memberi sambutan, Marhaen bersama Ir Mindo Sianipar dan perwakilan PT Petro Kimia Gresik melaunching pupuk Phonska Plus kemasan 5 Kg di Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan yang sama Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk Hadi Siswanto SE mengatakan, berdasarkan data di PT Petrokimia Gresik target penjualan di Nganjuk mencapai 100 persen.

Artinya, petani kita telah menggunakan saprodi (Sarana Produksi) dalam hal ini penggunaan pupuknya telah berimbang, sesuai kebutuhan tanah dan tanamanya.

Temu kios awal tahun 2019 selain sebagai evaluasi tahun 2018 juga membahas program kerja ditahun 2019,  dan mensinergikan program–program pemerintah daerah.

Kios pupuk bersubsidi merupakan partner pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan memberikan hak petani. Untuk itu harus ada sinkronisasi antara kios dan program daerah, dan lebih tepatnya adalah Nyawiji. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...