Kamis
19 Februari 2026 | 10 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Marhaen: 32 Persen PDRB Kita dari Sektor Pertanian

pdip-jarim-marhaen-pupuk-phonska

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, di Kabupaten Nganjuk tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan, namun harus berdaulat dalam pangan. Karena itu, Marhaen menyebut peran penting pupuk harus baik dan berimbang, agar menghasilkan tanaman yang baik pula.

Dengan tanaman baik dan hasil melimpah maka, kata Marhaen, hasil tanaman pangan tersebut tidak hanya dikonsumsi orang Nganjuk. Tapi juga bisa dijual di luar Kabupaten Nganjuk, demi kemakmuran petani Nganjuk.

“Perlu diketahui, 32 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita disumbang dari sektor pertanian,” kata Marhaen.

Hal ini disampaikan Marhaen Djumadi saat membuka acara Temu Kios dan Launching Phonska Plus oleh PT. Petrokimia Gresik di Gedung Wanita Nganjuk, kemarin.

Temu Kios tersebut dihadiri antara lain legislator DPR RI dari PDI Perjuangan Ir Mindo Sianipar, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk, dan sekitar 200 kios pupuk bersubsidi.

Dia pun menegaskan, pupuk yang baik dan berimbang adalah penentu hasil produksi pertanian.

“Apabila perlu, Nganjuk bisa ditambah kuota pupuk bersubsidinya, mumpung disini ada Bang Mindo Sianipar Ketua Komisi IV DPR RI, biar nanti bisa disampaikan kepada Menteri Pertanian,” ujar Marhaen.

Dengan adanya kemitraan PT. Petrokimia Gresik di Nganjuk Wabup Marhaen berharap agar bahan baku kemitraan bisa digali dari potensi Nganjuk. Karena Kabupaten Nganjuk memilki slogan, Cinta Nganjuk, Bangga Nganjuk, Beli Produk Nganjuk.

Usai memberi sambutan, Marhaen bersama Ir Mindo Sianipar dan perwakilan PT Petro Kimia Gresik melaunching pupuk Phonska Plus kemasan 5 Kg di Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan yang sama Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk Hadi Siswanto SE mengatakan, berdasarkan data di PT Petrokimia Gresik target penjualan di Nganjuk mencapai 100 persen.

Artinya, petani kita telah menggunakan saprodi (Sarana Produksi) dalam hal ini penggunaan pupuknya telah berimbang, sesuai kebutuhan tanah dan tanamanya.

Temu kios awal tahun 2019 selain sebagai evaluasi tahun 2018 juga membahas program kerja ditahun 2019,  dan mensinergikan program–program pemerintah daerah.

Kios pupuk bersubsidi merupakan partner pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan memberikan hak petani. Untuk itu harus ada sinkronisasi antara kios dan program daerah, dan lebih tepatnya adalah Nyawiji. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah Salurkan Zakat Mal ke Ribuan Jemaah Tarawih di Sumenep

SUMENEP – Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah, menunaikan zakat mal ...
KRONIK

Bupati Ipuk Deklarasi Banyuwangi ASRI, Program Kebersihan Berkelanjutan dan Terintegrasi

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan ...
KRONIK

Warga Ngrayun Ponorogo Lapor ke Sasa, Jembatan yang Ambrol didatangi Wakil Bupati

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meninjau langsung jembatan kerek darurat di Dusun Purworejo, Desa ...
KRONIK

Dari Pena ke Pengabdian, Perjalanan Martha Membangun Desa dan Literasi

BONDOWOSO – Di sebuah sudut Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, cerita tentang perubahan tidak selalu dimulai ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Bukan untuk Seremoni, Tapi Latih Kemandirian Gen Z

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan program alokasi dana Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun ...
LEGISLATIF

Candra Soroti Minimnya Respons DTPHP Jember dalam Pemenuhan Data Pertanian

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyayangkan belum dipenuhinya permintaan data kepada Dinas ...