Kamis
04 Juni 2026 | 10 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Lumajang Apresiasi Keguyuban Warga Pasirian, Patungan Bangun Mesjid

IMG-20250411-WA0019_copy_449x310

LUMAJANG – Di tengah semangat kebersamaan yang terus terjaga, Dusun Gaplek, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, dusun yang selama ini belum memiliki mesjid akhirnya memulai pembangunan rumah ibadah umat Islam: Mesjid Aswaja.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, Jumat (11/4/2025). Kegiatan ini bukan hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik, namun juga pertanda kuatnya tekad warga untuk membangun peradaban spiritual di tengah kehidupan sosial mereka.

“Mesjid ini milik ummat. Sudah saatnya kita wujudkan keinginan bersama agar rumah ibadah ini cepat selesai dan bisa digunakan untuk memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah,” ungkap Mas Yudha dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa mesjid tidak hanya sebatas bangunan, melainkan pusat peradaban yang menghidupkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta keikhlasan.

“Semangat masyarakat Dusun Gaplek ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan menjadi jalan berkah dan amal jariyah bagi semuanya,” tambahnya.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasirian, Syuhud, menuturkan bahwa Dusun Gaplek adalah satu-satunya wilayah di Pasirian yang belum memiliki masjid. Dengan dimulainya pembangunan Mesjid Aswaja, sebuah kekosongan spiritual akhirnya segera terisi.

“Panitia harus tetap semangat. Ini bukan sekadar membangun tempat, tapi sedang menanam pahala yang pahalanya terus mengalir. Yang penting dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” pesan Syuhud menyemangati para penggerak kegiatan.

Ketua panitia pembangunan, Totok Herwanto, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan. Ia menaruh harapan besar agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

“Peletakan batu ini bukan akhir, tapi awal dari sebuah perjuangan. Semoga masyarakat terus mendukung dan semangat kebersamaan tetap terjaga sampai masjid ini berdiri kokoh,” ujarnya.

Pembangunan Mesjid Aswaja menjadi penanda bahwa iman dan harapan tidak pernah padam.  Sekaligus menjadi refleksi betapa pentingnya ruang spiritual dalam menguatkan sendi kehidupan masyarakat.

Ketika mesjid berdiri, bukan hanya tempat ibadah yang terbangun, melainkan juga semangat kolektif dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keberkahan. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...