Selasa
25 Agustus 2026 | 2 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Antok Ditetapkan Jadi Ketua Pakasa Ngawi, Komitmen Melestarikan Budaya Keraton Surakarta

IMG-20240106-WA0024_copy_1040x585

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko ditetapkan menjadi ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kabupaten Ngawi. Prosesi penetapan itu, berlangsung bersamaan dengan pengukuhan 95 orang Pamong Pakasa dari Kabupaten Ngawi.

Upacara adat sarat makna digelar dalam rangka pengukuhan pamong Pakasa Ngawi. Acara pengukuhan dan penetapan Ketua Pakasa Ngawi, dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Adat Keraton Surakarta, GKR Wandasari Koes Murtiyah. Serta ketua Pusat Pakasa, KPH Wirabhumi. Upacara pengukuhan digelar di Pendopo Wedya Graha Ngawi, pada Kamis kemarin (4/1/2024).

Ketua Pakasa Pusat, KPH Wirabhumi dalam sambutannya menyampaikan, pelestarian budaya dan tradisi menjadi salah satu perekat bagi rasa kebangsaan sesama anak bangsa. KPH Wirabhumi mendorong kebudayaan asli yang berkembang di masyarakat hendaknya menjadi ciri khas dalam berkehidupan budaya kita.

“Kebudayaan asli ini mestinya menjadi ciri khas, dari budaya bangsa kita,” kata KPH Wirabhumi, dalam sambutannya.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, dalam sambutannya sebagai Ketua Pakasa Ngawi mengajak seluruh Kawula Keraton Surakarta Ngawi untuk bersama-sama melestarikan budaya yang bersumber dari Keraton Surakarta. Pihaknya juga menekankan, tanggung jawab pelestarian budaya dipikul sesama anggota Pakasa Ngawi.

“Mari bersama-sama, memperteguh, memperkuat, nilai-nilai budaya ini, menjadi tanggung jawab kita,” kata Wabup Antok.

Wakil bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini menyatakan, pemerintah daerah sejauh ini juga menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya. Itu diimplementasikan melalui beragam agenda pemerintah daerah, yang memiliki semangat pelestarian budaya.

“Pelestarian budaya, sudah kita wujudkan melalui agenda pemerintah daerah yang merupakan wujud dari tanggung jawab kita terhadap pelestarian budaya bangsa, khususnya budaya Jawa,” ujar Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Sebagai informasi, Pakasa adalah lembaga yang menaungi para kawula (rakyat) Keraton Surakarta untuk melestarikan budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Mataram Surakarta. Pakasa telah berdiri sejak era Paku Buwono X pada tahun 1931. Jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Megawati Terharu Saksikan Visual Drone di Closing Ceremony Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Closing ceremony Final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (24/8/2026), ...
KRONIK

Soekarno Cup Jaga Rumput GBT, Panggung Penutupan Ditempatkan di Jogging Track

Soekarno Cup 2026 menempatkan panggung penutupan di jogging track GBT untuk menjaga rumput tetap prima dan ...
LEGISLATIF

Reses, Erix Maulana Siap Fasilitasi Persoalan Hukum Warga

BOJONEGORO – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buktikan Talenta Sepak Bola Bisa Lahir dari Lapangan Kampung

SURABAYA – Turnamen Soekarno Cup 2026 membuktikan pemain sepak bola berkualitas tidak hanya lahir dari akademi ...
KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...
KRONIK

Tari Kolosal Wonderful of East Java Meriahkan Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Penampilan tari kolosal bertajuk “Wonderful of East Java” turut memeriahkan closing ceremony laga Final ...