Minggu
01 November 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Antok Ditetapkan Jadi Ketua Pakasa Ngawi, Komitmen Melestarikan Budaya Keraton Surakarta

IMG-20240106-WA0024_copy_1040x585

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko ditetapkan menjadi ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kabupaten Ngawi. Prosesi penetapan itu, berlangsung bersamaan dengan pengukuhan 95 orang Pamong Pakasa dari Kabupaten Ngawi.

Upacara adat sarat makna digelar dalam rangka pengukuhan pamong Pakasa Ngawi. Acara pengukuhan dan penetapan Ketua Pakasa Ngawi, dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Adat Keraton Surakarta, GKR Wandasari Koes Murtiyah. Serta ketua Pusat Pakasa, KPH Wirabhumi. Upacara pengukuhan digelar di Pendopo Wedya Graha Ngawi, pada Kamis kemarin (4/1/2024).

Ketua Pakasa Pusat, KPH Wirabhumi dalam sambutannya menyampaikan, pelestarian budaya dan tradisi menjadi salah satu perekat bagi rasa kebangsaan sesama anak bangsa. KPH Wirabhumi mendorong kebudayaan asli yang berkembang di masyarakat hendaknya menjadi ciri khas dalam berkehidupan budaya kita.

“Kebudayaan asli ini mestinya menjadi ciri khas, dari budaya bangsa kita,” kata KPH Wirabhumi, dalam sambutannya.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, dalam sambutannya sebagai Ketua Pakasa Ngawi mengajak seluruh Kawula Keraton Surakarta Ngawi untuk bersama-sama melestarikan budaya yang bersumber dari Keraton Surakarta. Pihaknya juga menekankan, tanggung jawab pelestarian budaya dipikul sesama anggota Pakasa Ngawi.

“Mari bersama-sama, memperteguh, memperkuat, nilai-nilai budaya ini, menjadi tanggung jawab kita,” kata Wabup Antok.

Wakil bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini menyatakan, pemerintah daerah sejauh ini juga menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya. Itu diimplementasikan melalui beragam agenda pemerintah daerah, yang memiliki semangat pelestarian budaya.

“Pelestarian budaya, sudah kita wujudkan melalui agenda pemerintah daerah yang merupakan wujud dari tanggung jawab kita terhadap pelestarian budaya bangsa, khususnya budaya Jawa,” ujar Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Sebagai informasi, Pakasa adalah lembaga yang menaungi para kawula (rakyat) Keraton Surakarta untuk melestarikan budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Mataram Surakarta. Pakasa telah berdiri sejak era Paku Buwono X pada tahun 1931. Jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...