Sabtu
05 April 2025 | 11 : 50

Wabup Antok Bedah Rumah di Kedunggalar, Bawa Semangat Kolaborasi untuk Atasi RTLH di Ngawi

IMG-20240508-WA0021_copy_864x524

NGAWI – Keberadaan rumah tidak layak huni di Kabupaten Ngawi terus berkurang. Upaya untuk menghadirkan rumah yang layak tinggal bagi keluarga berkekurangan kian gencar dilakukan. Oleh Pemkab Ngawi, juga gotong royong atau kolaborasi berbagai unsur.

Berdasarkan data, terdapat ribuan rumah tidak layak huni yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngawi. Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Melalui beragam intervensi, jumlah RTLH terus ditekan. Salah satu strateginya, dengan kolaborasi beragam unsur.

Seperti halnya gotong royong bedah rumah milik Pak Sukir. Bedah rumah reyot milik warga Dusun Sendangembes, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, dilakukan dengan gotong royong beragam unsur pada Selasa kemarin (7/5/2024).

Bedah rumah tidak layak huni milik Pak Sukir, melibatkan beragam unsur. Kolaborasi ini melibatkan komunitas relawan Pesona, Baznas Ngawi, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, TNI-Polri, serta Pemdes Wonokerto.

“Sinergi yang luar biasa dan kegiatan yang positif untuk ruh pembangunan di Kabupaten Ngawi,” kata Wabup Antok sebagaimana keterangan yang diterima.

Wabup Antok menerangkan, jumlah RTLH di Kabupaten Ngawi saat ini terus ditekan. Sebelumnya, tercatat ada 11 ribu titik RTLH yang perlu penanganan. Hingga saat ini, sudah ada 4.000 RTLH yang sudah diintervensi untuk perbaikan sehingga menjadi rumah yang layak dihuni.

“Artinya kita masih punya PR 7 ribu RTLH untuk diperbaiki,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.

Wabup Antok menyatakan, upaya untuk mengentaskan RTLH bukan hal yang mudah. Sebab jika hanya mengandalkan intervensi dari pemerintah, belum bisa mengcover secara keseluruhan.

Wabup Antok berhitung, jika hanya melalui program pemerintah, dalam kurun waktu satu tahun, hanya 1-1,3 ribu RTLH saja yang bisa diselesaikan. Maka, hanya dengan gotong royong dan kolaborasi berbagai unsur, permasalahan RTLH dapat diatasi dengan lebih cepat.

“Untuk menyelesaikan RTLH butuh waktu yang panjang. Maka dengan kolaborasi dan sinergi yang solid dari berbagai pihak, permasalahan ini diharapkan dapat dengan cepat teratasi,” ucap Wabup Antok.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghadiri bedah rumah tidak layak huni di Kecamatan Kedunggalar. Bedah RTLH milik Pak Sukir dilakukan dengan gotong royong dan kolaborasi berbagai unsur. Melalui strategi kolaborasi, diharapkan permasalahan RTLH di Ngawi cepet teratasi. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Prihatin 2 Warga Jember Disinyalir Jadi Korban TPPO, Indi Naidha Tekankan Pentingnya Sosialisasi Soal Kerja di LN

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Indi Naidha, SH menyatakan prihatin atas munculnya informasi dua ...
KRONIK

Soal Rencana Pertemuan Megawati dan Prabowo, Jubir PDI Perjuangan: Silaturahmi Tokoh Bangsa Ini Sangat Penting

BLITAR – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebutkan, rencana pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDI ...
HEADLINE

Tradisi Keluarga Jelang Puasa dan Pasca Lebaran, Megawati Nyekar Makam Ayahandanya, Bung Karno

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah atau nyekar ke makam Presiden pertama Republik ...
KRONIK

Open House Bupati Banyuwangi, Sejumlah Teman Difabel Berbagi Inspirasi Kesuksesan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis ...
KRONIK

Catat, Ini Tanggal dan Tempat Gelaran Festival Ketupat Sumenep 2025

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar Festival Ketupat 2025 pada Senin, 7 April 2025, di ...
KRONIK

Diaspora Banyuwangi Kumpul Harumkan Tanah Kelahiran dan Kuatkan Solidaritas

BANYUWANGI – Ratusan perantau asal Banyuwangi berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran dalam Festival Diaspora ...