Selasa
20 Oktober 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untuk Ini, Komitmen Mas Dhito Perluas Kerja Sama Pemberdayaan Seni Budaya

pdip-jatim-221017-tari-kolosal-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berkomitmen membuka kerja sama sektor seni, budaya, dan pariwisata dengan pihak manapun.

Tujuannya, sebut bupati yang juga kader PDI Perjuangan tersebut, adalah untuk memberdayakan seni budaya sebagai benteng kepribadian bangsa.

“Ini komitmen kami dalam nguri-nguri dan memperkokoh tekad dalam memberdayakan seni budaya daerah sebagai benteng yang kuat untuk memperkokoh kepribadian Indonesia,” kata Hanindhito, dalam keterangan persnya di Kediri, Minggu (16/10/2022).

Hal tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrabnya, melalui Wakil Bupati (Wabup) Kediri Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri pagelaran kolosal Candet Ding Pituning Pitu bertajuk Indonesia Raya Sujud Ibu di Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/10/2022).

Pagelaran kolosal itu merupakan salah satu rangkaian acara roadshow Bali Nata Bhuwana yang digelar oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali.

Perlu diketahui, Mas Dhito mempunyai perhatian khusus terhadap seni budaya. Pihaknya bahkan sering menyediakan ruang bagi kegiatan-kegiatan seni dan budaya, mulai jari seni jaranan, wayang, pelestarian keris, hingga diskusi-diskusi budaya.

Dewi melanjutkan, selain sebagai media hiburan, pagelaran tersebut juga bisa dijadikan sebagai ajang promosi pariwisata untuk mengenalkan potensi daerah Bumi Panjalu.

“Termasuk juga ajang bagi generasi muda menunjukkan kreativitas serta menambah wawasan dan penguasaan seni budaya bagi kaum milenial,” tutur wanita yang akrab disapa Mbak Dewi itu.

Sementara itu, Rektor ISI Denpasar, I Wayan Adnyana mengatakan, pihaknya memilih Kota Surabaya sebagai lokasi untuk pameran, seminar, dan workshop budaya.

“Terus yang di Kediri kami melakukan tari kolosal Candet Ding Pituning Pitu Indonesia Raya: Sujud Ibu itu,” terangnya.

Dia menjelaskan, tari yang dilakoni oleh 148 penari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut merupakan kreasi baru pengembangan tradisi yang menceritakan kepahlawanan Garudya.

“Garudya itu tidak mengenal kematian untuk melakukan kepahlawanan, sampai menemukan Tirta Amerta. Tegaknya kepahlawanan tidak boleh pudar yang kita contoh dari kepahlawanan Garudya tersebut,” beber Wayan. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...