Sabtu
05 September 2026 | 1 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untuk Ini, Komitmen Mas Dhito Perluas Kerja Sama Pemberdayaan Seni Budaya

pdip-jatim-221017-tari-kolosal-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berkomitmen membuka kerja sama sektor seni, budaya, dan pariwisata dengan pihak manapun.

Tujuannya, sebut bupati yang juga kader PDI Perjuangan tersebut, adalah untuk memberdayakan seni budaya sebagai benteng kepribadian bangsa.

“Ini komitmen kami dalam nguri-nguri dan memperkokoh tekad dalam memberdayakan seni budaya daerah sebagai benteng yang kuat untuk memperkokoh kepribadian Indonesia,” kata Hanindhito, dalam keterangan persnya di Kediri, Minggu (16/10/2022).

Hal tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrabnya, melalui Wakil Bupati (Wabup) Kediri Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri pagelaran kolosal Candet Ding Pituning Pitu bertajuk Indonesia Raya Sujud Ibu di Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/10/2022).

Pagelaran kolosal itu merupakan salah satu rangkaian acara roadshow Bali Nata Bhuwana yang digelar oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali.

Perlu diketahui, Mas Dhito mempunyai perhatian khusus terhadap seni budaya. Pihaknya bahkan sering menyediakan ruang bagi kegiatan-kegiatan seni dan budaya, mulai jari seni jaranan, wayang, pelestarian keris, hingga diskusi-diskusi budaya.

Dewi melanjutkan, selain sebagai media hiburan, pagelaran tersebut juga bisa dijadikan sebagai ajang promosi pariwisata untuk mengenalkan potensi daerah Bumi Panjalu.

“Termasuk juga ajang bagi generasi muda menunjukkan kreativitas serta menambah wawasan dan penguasaan seni budaya bagi kaum milenial,” tutur wanita yang akrab disapa Mbak Dewi itu.

Sementara itu, Rektor ISI Denpasar, I Wayan Adnyana mengatakan, pihaknya memilih Kota Surabaya sebagai lokasi untuk pameran, seminar, dan workshop budaya.

“Terus yang di Kediri kami melakukan tari kolosal Candet Ding Pituning Pitu Indonesia Raya: Sujud Ibu itu,” terangnya.

Dia menjelaskan, tari yang dilakoni oleh 148 penari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut merupakan kreasi baru pengembangan tradisi yang menceritakan kepahlawanan Garudya.

“Garudya itu tidak mengenal kematian untuk melakukan kepahlawanan, sampai menemukan Tirta Amerta. Tegaknya kepahlawanan tidak boleh pudar yang kita contoh dari kepahlawanan Garudya tersebut,” beber Wayan. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...