Untari Berbagi Pengalaman Berkoperasi kepada Banteng Perempuan DIY

Loading

YOGYAKARTA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak kader-kader Banteng perempuan Yogyakarta menjadi pelopor pemberdayaan kaum perempuan di wilayahnya masing-masing.

Ajakan ini dia sampaikan di depan peserta Pendidikan Kader Perempuan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Kota Yogyakarta, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Untari, kader PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab ideologis untuk turut serta dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk bisa turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Perempuan adalah guru bagi anak kita, mengatur keuangan keluarga. Ketahanan ekonomi keluarga akan terwujud ketika tiga hal ini mampu untuk dikuasai,” terang Untari.

Melalui koperasi, politisi yang telah malang-melintang di dunia perkoperasian ini menyebutkan bahwa pihaknya telah mencetak puluhan ribu perempuan yang mandiri. Menurutnya, hal ini sebagai implementasi dari poin kedua dalam Trisakti Bung Karno, berdikari di bidang ekonomi.

Melalui jalan koperasi inilah, Untari membumikan ajaran dan cita-cita Bung Karno dalam karya hidupnya sehari-hari.

“Karena koperasi berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, berdasarkan kepada asas kekeluargaan, self help-mutual help. Jadi saya sangat concern di situ, bagaimana perempuan bisa mandiri itu melalui wadah koperasi,” jelasnya.

Selama dia memimpin sebagai Ketua Umum Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang – Jawa Timur melalui penerapan sistem tanggung renteng telah memperoleh beragam penghargaan dan pengakuan dari berbagai pihak.

Bahkan oleh Pemprov Jatim pada saat kepemimpinan Gubernur Soekarwo, sistem tersebut telah diduplikasi untuk membentuk ribuan koperasi wanita di setiap desa.

“Maka tidak mengherankan ketika Indeks Pembangunan Gender Jawa Timur itu tinggi, mencapai angka 93 persen,” sebut perempuan yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ini.

Secara nasional berdasarkan data BPS tahun 2020, perempuan telah menyumbangkan sebanyak 37,26 persen dari PDB Indonesia. Karena itu, Untari mendorong perempuan dapat terus diberikan ruang agar bisa bersama-sama dengan laki-laki memajukan kehidupan bangsa.

Terlebih 5 dari 17 poin dari sustainable development goals (SDGs) yang bersinggungan erat dengan kaum perempuan. Hal ini dapat dicapai melalui koperasi-koperasi wanita yang mampu menjalankan jatidiri koperasi secara konsisten.

Tidak hanya itu, dalam kiprah kepartaian, berdirinya Koperasi Mega Bhakti kemudian disusul dengan inisiasi peluncuran Payment Gateway Megapay tidak dapat dilepaskan dari andil Sri Untari.

PDI Perjuangan selaku partai politik terbesar di Indonesia, imbuhnya, harus turut memiliki andil dalam upaya memberdayakan kaum perempuan. Inisiasi Megapay, diharapkan mampu menjadi platform yang bisa membantu pelaku UKM dan koperasi perempuan di era digitalisasi.

“Maka hubungan pemberdayaan perempuan dengan efek elektoral itu sangat erat sekali dan saya sudah membuktikannya sendiri. Sehingga kita punya kelompok yang kita bina, tidak hanya secara politik dan sosial, tapi juga berbicara secara ekonomi,” pungkas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut. (ace/pr)