SURABAYA – Literasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di Jawa Timur. Kemampuan mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi digital tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menyadari hal ini, Kabupaten Gresik telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan gerakan literasi digital, sebuah inisiatif yang diapresiasi tinggi oleh DPRD Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menilai Kabupaten Gresik memiliki keseriusan yang tinggi dalam mengembangkan gerakan literasi digital. Menurutnya, upaya yang dilakukan Gresik menjadi contoh bagi daerah lain dalam memajukan pendidikan dan literasi di era digital.
“Salah satu daerah yang patut diapresiasi dalam keseriusannya mengembangkan gerakan literasi digital adalah Kabupaten Gresik. Kabupaten ini terus berupaya memperluas penyediaan ruang membaca di seluruh institusi pendidikan di sana,” ungkap Sri Untari, Rabu (14/8/2024).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut menerangkan, salah satu langkah signifikan adalah memperluas ruang baca adalah melalui perpustakaan digital (e-library) yang tersedia di seluruh institusi pendidikan.
Dengan adanya e-library, akses terhadap buku dan bahan bacaan menjadi lebih mudah dan praktis bagi siswa, guru, dan masyarakat umum.
Selain itu, untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis, Gresik secara berkala menggelar kompetisi lomba menulis.
Kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta, tapi juga untuk mengasah ketajaman pemahaman mereka melalui tulisan. Langkah ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas tetapi juga kritis dan kreatif.
“Untuk meningkatkan minat literasi dari masyarakat di sana, Kabupaten Gresik secara berkala menggelar kompetisi lomba menulis. Hal ini diharapkan dapat mendorong mereka untuk terus menambah pengetahuan dan mengasah ketajaman pemahaman dengan menulis,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Untari menuturkan, inovasi menarik yang dilakukan oleh Kabupaten Gresik adalah mencatat berapa lama orang membaca dan mengunjungi perpustakaan digital.
Dengan data ini, pemerintah daerah dapat memonitor dan mengevaluasi efektivitas program literasi digital yang telah dijalankan. Informasi ini juga membantu dalam merancang strategi lebih lanjut untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.
“Yang lebih baik lagi adalah, Kabupaten Gresik memiliki catatan berapa lama orang membaca dan mengunjungi perpustakaan digital tersebut. Dengan demikian, semua dapat termonitor dengan baik,” tutur Sri Untari.
“DPRD Jawa Timur, khususnya Komisi E, sangat mendukung inisiatif ini. Kami berharap gerakan literasi digital seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Timur untuk mengembangkan program serupa,” sambung dia.
Untuk itu, Untari berharap bahwa program literasi digital di Gresik dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan literasi yang kuat, diharapkan generasi muda dapat lebih siap menghadapi era digital dan berkontribusi secara positif dalam pembangunan daerah. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS