Selasa
25 Agustus 2026 | 3 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tjahjo Minta Penyerapan APBD Digenjot, Ini Provinsi yang SiLPA-nya Sangat Besar

pdip-jatim-tjahjo-doorstop3

JAKARTA – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Provinsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi se-Indonesia menunjukkan rapot merah, hal ini terlihat dari besarnya sisa lebih perhitungan anggaran yang dihasilkan.

Melihat hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintah setiap daerah untuk menggenjot penyerapan APBD.

“Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir Rp20 triliun untuk seluruh provinsi,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Berdasarkan laporan hasil evauasi hasil evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2018 terdapat SiLPA yang cukup besar di provinisi-provinsi sebagai berikut:

Provinsi DKI Jakarta Rp. 12.171.689.204.491,00

Provinsi  Jawa Barat Rp. 2.250.000.000.000,00

Provinsi Aceh Rp. 1.652.595.332.255,00

Provinsi Jawa Timur Rp. 1.526.174.869.217,00

Provinsi Jawa Tengah Rp. 686.759.423.000,00

Provinsi Bali Rp. 510.757.121.691,00

Provinsi Sumatera Utara Rp. 500.000.000.000,00

Sumatera Barat Rp. 486.422.448.521,72

Provinsi Riau Rp. 68.313.634.620,20

Provinsi Lampung Rp. 93.706.929.856,27

Provinsi DI Yogyakarta Rp. 465.119.895.321,23

Provinsi Kalimantan Tengah Rp. 202.234.441.150,72

Provinsi Sulawesi Barat Rp. 130.214.583.519,09

Provinsi Sulawesi Tengah Rp. 367.635.953.127,04

Provinsi Papua Rp. 888.119.740.276,61.

SiLPA adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yaitu selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran. Jika SiLPA suatu wilayah menunjukkan angka 0 (nol) maka menunjukkan penyerapan anggaran 100 persen

Tjahjo telah meminta Pemerintah Daerah melakukan penyerapan dan merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tepat. Hal itu dimaksudkan agar penyerapan anggaran dan belanja program dilakukan secara efektif dan efisien.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menilai agak aneh karena menghabiskan anggaran masih sulit, “Ini menunjukkan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati,” tegas Tjahjo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kecamatan Sendang Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung Dapil 5

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

Megawati Terharu Saksikan Visual Drone di Closing Ceremony Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Closing ceremony Final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (24/8/2026), ...
KRONIK

Soekarno Cup Jaga Rumput GBT, Panggung Penutupan Ditempatkan di Jogging Track

Soekarno Cup 2026 menempatkan panggung penutupan di jogging track GBT untuk menjaga rumput tetap prima dan ...
LEGISLATIF

Reses, Erix Maulana Siap Fasilitasi Persoalan Hukum Warga

BOJONEGORO – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buktikan Talenta Sepak Bola Bisa Lahir dari Lapangan Kampung

SURABAYA – Turnamen Soekarno Cup 2026 membuktikan pemain sepak bola berkualitas tidak hanya lahir dari akademi ...
KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...