Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tingkatkan Kesiagaan Warga, Agustin Sosialisasikan Pencegahan Stunting dan Demam Berdarah

PDIP-Jatim-Agustin-Poliana-12122021

SURABAYA – Anggota komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Agustin Poliana, menggelar sosialisasi pencegahan stunting dan demam berdarah di BG Junction Mall Lantai P8, Minggu (12/12/2021).

Dalam gelaran tersebut, ia bersama segenap kader kesehatan dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dari 5 Kelurahan di Kecamatan Krembangan, Surabaya, berkumpul menyatukan visi guna menekan angka stunting dan demam berdarah di wilayah masing-masing.

“Tempo hari disampaikan kementerian BKKBN, bahwa kasus stunting ini sampai menyentuh masyarakat ke bawah. Nah, supaya itu tidak terjadi, ya bagaimana upaya kita melakukan pendekatan sejak dini pada masyarakat kita,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan berbagai program yang telah diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sehingga seluruhnya dapat berkesinambungan mewujudkan zero stunting di Kota Pahlawan.

“Ini tugas kita, DPRD provinsi, wali kota, dan kabupaten agar bisa mensosialisasikan bahwa stunting itu kita lawan bersama. Sebagai kader Partai, kader lingkungan, kader kesehatan itu harus bersama bahu membahu menekan angka stunting di tiap Kecamatan,” ucap perempuan yang akrab disapa Titin ini.

Bukan hanya sosialisasi, dalam kesempatan tersebut anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga menampung beberapa aspirasi dari para warga. Salah satunya terkait kurang meratanya fasilitas alat peraga yang saat ini hanya ada 5 di Surabaya.

“Ada beberapa kendala yang disampaikan, yakni belum meratanya untuk peralatan terkait stunting tadi. Semua anggaran untuk mencegah stunting masuk ke kecamatan. Untuk itu, Wali Kota Surabaya menyatakan siap membantu. Nanti di Tahun 2022 kita usulkan,” jelasnya.

Dari kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin tanggap mencegah stunting serta demam berdarah. Kemudian sosialisasi dapat diteruskan hingga mencakup 31 kecamatan di Surabaya.

“Upaya inilah yang kita lakukan terus-menerus, yang akan kita lakukan di 31 kecamatan. Sehingga para kader kesehatan ini benar-benar maksimal bekerja, bagaimana supaya tidak ada stunting di wilayah kita masing-masing,” tuturnya.

“Saya harap warga Krembangan tidak ada yang kena stunting dan demam berdarah, sehingga Krembangan jadi lebih baik. Ini kewajiban kita, bagaimana anak Krembangan jadi lebih baik,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...