Senin
01 Juni 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tinggal di Mojokerto, Sukarno Remaja Jadi Trendsetter Permainan Anak Seusianya

Picsart_23-06-14_13-48-41-767_copy_768x432

Hidup dalam kemelaratan membuat bocah Sukarno memilih permainan tak berbayar.

PADA tahun 1907, saat Sukarno berusia 6 tahun, ia tinggal di Mojokerto. Sebelumnya, saat usia kanak-kanak, ia tinggal di Tulungagung bersama kakek dan neneknya.

Kepindahan Sukarno ke bumi Majapahit, Mojokerto, lantaran ayahnya Raden Soekemi berpindah tugas mengajar dan menjadi mantri, semacam kepala sekolah di Inlandsche School. Sukarno pun bersekolah di sini.

Sekolah ini disebut juga Tweede School atau Sekolah Ongko Loro, seperti data dikutip dari Pemerintah Kota Mojokerto. Sekolah tingkat dasar bagi anak-anak pribumi. Saat ini, sekolah tersebut menjadi SDN Purwotengah, di Jl Taman Siswa Mojokerto.

Bung Karno juga sempat mengenyam pendidikan di Europesche Lagere School (ELS) pada tahun 1911. Sekarang, sekolah tersebut menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto, di Jalan A Yani Kota Mojokerto.

Sembilan tahun menghabiskan masa remajanya di rumah sewa, Sukarno tinggal bersama bapak dan ibunya, serta kakak perempuannya, Karmini.

“Ketika aku berumur enam tahun, kami pindah ke Mojokerto. Lingkungan tempat tinggal kami kumuh,” kata Sukarno dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, karya Cindy Adams.

“Keadaan para tetangga kami tidak berbeda dengan lingkungan itu sendiri, namun mereka selalu memiliki uang untuk membeli pepaya atau permen. Tetapi aku tidak. Tidak pernah.”

“Kami begitu melarat sehingga sering tidak bisa makan nasi satu kali dalam sehari,” ucap Bung Karno.

Sukarno menggambarkan masa mudanya begitu memprihatinkan. Bahkan ia tak bisa bermain petasan seperti teman-temannya, saat lebaran. Sebab tak ada uang untuk membeli.

“Dapatkah orang mengetahui perasaanmu sebagai bocah kecil, ketika semua kawan-kawanmu entah dengan cara bagaimana dapat membeli petasan seharga satu sen itu, dan kau tidak? Kau akan merasa sangat sedih.”

Dijuluki Jago
Karena kemelaratan, Sukarno kecil memilih permainan yang tidak membutuhkan uang. Seperti bermain menggunakan daun lebar dijadikan seperti kereta luncur. Satu anak duduk pada daun tersebut bak penumpang, satu lainnya menyeret daun bak kusir.

Sukarno juga senang bermain di sungai. “Aku menjadikan sungai sebagai kawanku, dimana anak-anak miskin dapat bermain dengan cuma-cuma.”

Selain itu, Sukarno juga bermain sumpitan dari buluh panjang. Pelurunya dari biji kacang.

Berbagai permainan yang dilakukan  Sukarno kerap diikuti teman-temannya. Ia menjadi semacam pemimpin kelompok, atau setidaknya trendsetter.

baca juga: Di Tulungagung, Bocah Sukarno Diajari Sarinah Ihwal Mencintai Rakyat Kecil

“Pada hari ulang tahunku ke-dua belas, aku sudah mempunyai kelompok. Dan aku memimpin kelompok ini.”

“Kalau Karno bermain jangkrik di tengah debu alun-alun Mojokerto, yang lain juga mengikuti. Kalau Karno mengumpulkan perangko, mereka juga melakukannya. Mereka menamakanku jago.”. (hs)

Foto: Soekarno sering diantar naik delman saat berangkat sekolah di Inlandsche School.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Pancasila dan Jalan Pulang Bangsa Indonesia

Oleh Nur Hakim SETIAP 1 Juni, kita ramai-ramai merayakan Hari Lahir Pancasila. Trending di media sosial, upacara ...
KABAR CABANG

Pelantikan PAC Se-Tuban, Didik Prasetiyono Ingatkan Tekad Menang Pemilu untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

TUBAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 20 ...
KABAR CABANG

Peringati BBK, DPC PDIP Jember Pilih Bersihkan Sungai dan Gelar 1 Juta Selawat

DPC PDI Perjuangan Jember memperingati Bulan Bung Karno dengan aksi bersih sungai dan gerakan 1 Juta Selawat untuk ...
KABAR CABANG

Deni Wicaksono Ingatkan Kader Hadapi Pertarungan Politik Digital 2029

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan kader menghadapi pertarungan politik digital ...
KRONIK

DPD PDIP Jatim Perkuat Ideologi, Kaderisasi Masif Segera Digelar di Seluruh Jawa Timur

PONOROGO – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan segera melaksanakan program kaderisasi secara masif bagi seluruh ...
KABAR CABANG

PAC Se-Sidoarjo Tanam Bibit Sukun di 18 Kecamatan, Sambut Harlah Pancasila dan Bulan Bung Karno

SIDOARJO – Kader-kader PAC di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi tanam bibit pohon sukun di ...