Senin
26 Oktober 2026 | 5 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Timwas TKI DPR Minta Raja Salman Ampuni TKW Rusmini 

pdip-jatim-rieke-fraksi

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Rieke Diah Pitaloka berharap agar kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud berujung pada pengampunan seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Rusmini.

Rusmini divonis hukuman 12 tahun penjara karena tuduhan menyihir istri pertama majikannya yang sakit-sakitan.

“Kedatangan Raja Salman ini memberikan sebuah langkah positif. Sehingga batu pertamanya kasus Rusmini ini,” ujar Rieke di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

“Tolong bebaskan Rusmini dan kembalikan dia ke keluarganya di Indonesia. Bebaskan dia dari semua tuntutan,” lanjut Rieke.

Anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia DPR ini menambahkan, banyak WNI yang bekerja di luar negeri, terutama di Arab Saudi, yang tersangkut kasus pidana dan diproses hukum secara tidak adil.

Dia berpendapat, selayaknya proses persidangan terhadap orang-orang seperti Rusmini bisa dihentikan dengan bantuan Raja Arab Saudi.

Apalagi, Rusmini juga diperlakukan tidak layak oleh majikannya. Selain itu, Rusmini yang bekerja sejak 2009, selama 2 tahun bekerja hanya digaji Rp 1,3 juta untuk dua tahun.

“Saya yakin Raja Salman ini adalah pemimpin yang meyakini Islam sebagai rahmatan lil’alamin (rahmat bagi semesta alam). Sehingga yang namanya keadilan bagi setiap orang termasuk warga negara lain di Saudi, akan menjadi sesuatu yang diseriusi,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo secara khusus minta agar Raja Salman menjaga keselamatan warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan privat atau tête-à-tête dengan Raja Salman.

“Presiden menyampaikan bahwa para tenaga kerja dan WNI yang tinggal di Arab Saudi, telah memberikan kontribusi bagi pembangunan dan perekonomian Arab Saudi,” kata Menlu Retno LP Marsudi kepada awak media, Jumat (3/3/2017).

Dalam kunjungan bilateral yang dilakukan Raja Salman, ada sebelas nota kesepahaman yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Namun, tidak ada satu pun nota kesepahaman yang ditandatangani terkait perlindungan WNI di Arab Saudi.

Meski tak ada, Retno menegaskan bahwa perlindungan WNI di luar negeri menjadi salah satu agenda prioritas dalam politik luar negeri Indonesia.

Karena itu, pada pertemuan privat dengan Raja Salman, Presiden Jokowi menyampaikan permintaan tersebut secara khusus.

Sementara itu, menanggapi permintaan Presiden Jokowi, Retno menyebut, Raja Salman menyambut positif.

“Sebagai respons, Raja Saudi menyampaikan (bahwa) warga negara Indonesia adalah warga negara kami juga,” kata dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Erma Hadiri Syukuran Petik Padi, Serahkan Bantuan Kultivator pada Poktan Remaja Desa Bungur

TULUNGAGUNG – Anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menghadiri syukuran petik padi di Desa ...
KRONIK

Ansari PDIP: Pencegahan Kekerasan pada Anak Dimulai dari Keluarga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengaku prihatin terhadap maraknya kasus kekerasan ...
SEMENTARA ITU...

Diana Sasa Pimpin KBI Magetan, Perluas Minat Anak Muda terhadap Kickboxing

MAGETAN – Diana AV Sasa ingin semakin banyak anak muda Magetan mengenal dan tertarik mencoba kickboxing. Baginya, ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026: Belajar Memahami Sesama, Merawat Alam, dan Menumbuhkan Kepedulian

JAKARTA – Kepedulian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesediaan mempelajari cara ...
SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...