oleh

Tantangan bagi Kader PDIP Blitar, Menangkan Jokowi-Ma’ruf 90 Persen

BLITAR – DPP PDI Perjuangan menantang kader partainya di Blitar untuk lebih berdisiplin dan memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, hingga 90 persen, pada Pemilu Presiden 2019.

Tantangan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pada Rapat Konsolidasi PDI Perjuangan untuk Pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di Kota dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kemarin.

Pada rapat konsolidasi tersebut, Hasto Kristiyanto didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat dan Sri Rahayu, serta Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari.

Hasto Kristiyanto juga menantang pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kota dan Kabupaten Blitar untuk dapat memenangkan PDI Perjuangan di kabupaten dan kota tersebut pada pemilu legislatif 2019 hingga 30 persen.

Dalam pidatonya Hasto mengatakan, Bung Karno memiliki akar kesejarahan yang kuat dengan Blitar dan di kota ini  menjadi tempat peristirahatan terakhirnya Bung Karno.

“Maka kita harus bisa buktikan, bahwa kader partai di Blitar memang pantas disebut sebagai Soekarnois, yang selalu menjaga api semangat perjuangan Bung Karno, sehingga Bung Karno takkan pernah mati,” kata Hasto membakar semangat kader.

Secara khusus, Hasto memutarkan lagu “Bung Karno Bapak Bangsa” yang diciptakan cucu Bung Karno, M Prananda Prabowo, kepada para kader.

“Kalau sedang merasa lelah, ingatlah bahwa kelelahan kita belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanan Bung Karno dan Ibu Megawati Soekanoputri. Karena itu, berjuanglah dengan penuh rasa cinta kepada tanah air dan bangsa,” ujar Hasto.

Dia juga membacakan Perintah Harian Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang berisi lima poin. Kelima point itu adalah, agar kader selalu berjuang menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan; memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin; meningkatkan kerjasama dan soliditas Tiga Pilar partai; mengedepankan strategi gotong-royong sebagai strategi pemenangan pileg dan pilpres; serta menjaga martabat partai.

Secara khusus, Hasto minta agar sesama kader partai yang menjadi calon anggota legislatif tak saling menjatuhkan. “Mereka justru harus saling bekerja sama memenangkan partai, berkompetisi dengan caleg partai lain. Kita kobarkan semangat bersama memenangkan pemilu legislatif dan pilpres sekaligus,” tandasnya.

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat mengingatkan kader partai di Blitar bahwa pendiri Nusantara, Raden Wijaya, lahir di Blitar. Lalu Indonesia modern diproklamasikan Bung Karno, yang makamnya juga Blitar.

“Karena itu, kita harus mengambil cita-cita dan semangat Bung Karno dengan berjuang maksimal pada pileg dan pilpres. Minimal dapat pilpres untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf sampai 90 persen, dan memenangkan PDI Perjuangan pada pileg minimal 30 persen,” kata mantan Wali Kota Blitar tersebut. (goek)