Rabu
16 September 2026 | 2 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Takziah ke Rumah Korban Penganiayaan Suami, Mbak Nia Siap Kawal Hingga Tuntas

PDIP-Jatim-Nia-Kurnia-Fauzi-09102024

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, takziah ke rumah Nihayatus Saadah, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan suaminya sendiri hingga menyebabkan meninggal dunia, di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Rabu (9/10/2024).

Mbak Nia, panggilan akrabnya, mengaku turut berduka atas meninggalnya Nihaya. Ia juga terenyuh mengingat korban memiliki anak kecil yang masih berumur 8 bulan.

“Untuk keluarga besar korban, saya ucapkan turut berduka cita yg mendalam. Semoga tetap diberikan ketabahan dan kesabaran. Dan semoga almarhumah ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ujar Mbak Nia.

Selain menyampaikan duka mendalam, Mbak Nia mendengarkan langsung kesaksian keluarga korban. Ia mencoba menguatkan pihak keluarga agar tabah dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.

“Saya datang untuk memberi semangat kepada ibu dari almarhumah, dan mendoakan semoga almarhumah mendapatkan tempat yang mulya di surga Allah,” katanya.

Istri Calon Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga keluarga korban mendapat keadilan.

“Nanti kita akan komunikasi dengan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) agar kasus ini dikawal sampai tuntas,” tuturnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep itu berpesan kepada para perempuan agar berani speak up dan berani mengambil sikap, karena perempuan mempunyai hak untuk hidup bahagia dan hidup merdeka tanpa tekanan dan ancaman.

“Atas nama perempuan, saya berharap kasus semacam ini tidak terulang lagi di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Sementara itu, keluarga korban Nihaya, Miftah, menyampaikan terima kasih kepada Mbak Nia karena telah menyempatkan datang ke rumah duka untuk takziah. Ia juga menyampaikan kepada Mbak Nia agar kasus ini didampingi dan dikawal hingga pihak berwajib.

“Terima kasih kepada ibu Nia karena telah datang ke rumah kami menguatkan keluarga kami. Kami juga minta ke ibu agar kasus ini dikawal, dan alhamdulillah, ibu Nia siap mengomunikasikan dengan pihak KP2A,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...