Selasa
20 Oktober 2026 | 1 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Hanya untuk Irigasi, Embung 23 M Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru di Malang

pdip-jatim-sanusi-embung-peniwen-2

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang mulai melaksanakan pembangunan embung Peniwen, di wilayah Kecamatan Kromengan.

Bupati Malang HM. Sanusi menjelaskan pembangunan embung Peniwen ini ditujukan agar masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan infrastruktur yang ada, terutama untuk para petani bisa memaksimalkan potensi hasil lahan pertaniannya.

“Pembangunan embung ini merupakan program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR RI yang direalisasikan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang ada di Jawa Timur,” ungkap Sanusi, Sabtu (19/6/2021).

Sanusi mengatakan, setelah selesai proses pembangunannya, Embung ini kelak akan bermanfaat bagi Kabupaten Malang. Khususnya untuk irigasi pertanian,  menampung air hujan dan pariwisata.

“Jadi, fungsinya untuk menampung air dan menghindarkan air hujan agar tidak langsung meresap ke tanah. Supaya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti wisata dan pengolahan ikan,” terangnya.

Rencananya, Embung Peniwen akan memiliki luas genangan sebesar 16.552.50 meter kubik.

Dengan kapasitas menampung debit air sebesar itu maka diproyeksikan embung ini  dapat mengairi sekitar 70 hektare lahan pertanian. Sehingga masyarakat mendapatkan irigasi lahan pertanian melalui embung tersebut.

Diputuskannya Desa Peniwen sebagai lokasi pemilihan embung sudah melalui rangkaian survei dan proses yang cukup panjang.

Berdasarkan survei lokasi juga, Embung Peniwen ini kelak setelah selesai proses pembangunannya dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Malang.

“Bisa (menjadi potensi wisata) seperti budidaya ikan. Lalu ada perahu dan lainnya yang berhubungan wisata air,” terang bupati dari PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut.

Pembangunan ini dapat terealisasi atas kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dari segi pembiayaan semua ditanggung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah Kabupaten Malang hanya melakukan pembebasan lahan sekitar 5 hektare.

“Biayanya hampir Rp 23 miliar. Dan targetnya bisa rampung akhir tahun ini,” pungkasnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...