JEMBER – Arah jam di ruang komisi B DPRD Jember JL Kalimantan 86 menunjuk pukul 10.59 WIB. Nampak Ketua Komisi B Candra Ary Fianto, bersama anggota komisi B Wahyu Prayudi Nugroho, dan Nilam Noor Fadilah bersiap mensidak salah satu kios yang ada di 33 kilometer arah selatan kota Jember. Tepatnya di Desa Glundengan, Kecamatan Balung.
Agenda sidak dua legislator banteng dan satu legislator fraksi lain tersebut memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan penerimanya tepat pada sasaran. Pasalnya ada beberapa laporan adanya permainan di bawah.
Ketiga legislator itu memacu kendaraan di kecepatan 60-70 KM/jam. Menyusuri jalan aspal seluas 8 meter membelah Kawasan persawahan di Desa, Ajung, Desa Jenggawah kendaraan jenis sedan menembuh gerimis hujan.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan, sidak itu dilakukan pasca banyaknya laporan terkait kelangkaan pupuk dan adanya permainan soal penerima pupuk bersubsidi pasca pemutakhiran data.
“Kami langsung ke lokasi di salah satu kios pupuk bersubsidi di Desa Glundengan, setelah kita cek ketersediaan pupuk bersubsidi masih ada dan akan datang stoknya lagi,” ungkapnya.
Sesuai data yang dibaca di catatan adminsitrasi kios, ketersediaan untuk pupuk jenis Urea 77,8 ton dan Phonska 72 ton. Tetapi masih terserap untuk Urea sekitar 10 ton dan Phonska 30 ton.

Minimnya jumlah yang terserap disebabkan saat ini masih memasuki masa tanam awal.
Selain sidak pengecekan ketersediaan pupuk di tengah hujan deras yang membersamai kedatangan para legislator di salah satu kios di Desa Glundengan itu, mereka juga memastikan proses pemutakhiran e-RDKK.
Pasalnya ditemukan ada beberapa persoalan yang terjadi. Seperti ada dua orang yang tidak sesuai dengan SPPT mendapat jatah pupuk.
Dari hasil temuan tersebut Candra menegaskan agar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di desa tersebut untuk melakukan verifikasi ulang.
“Kami minta tadi kepada PPL untuk mengecek ulang penerima pupuk bersubsidi ini sesuai regulasi, jangan sampai orang yang tidak berhak malah menerima,” tegas dia.
“Cek ulang, kalau tidak sesuai langsung dihilangkan saja,” sambungnya.
Sidak tiga legislator itu usai seiring hujan lebat menyisakan genangan air di halaman depan kios. Meninggalkan petugas PPL, pemilik kios dan distributor pupuk yang berjanji untuk mengcroscek kembali ketersediaan dan pendistribusian pupuk. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










