oleh

Surabaya Tak Pernah Pelit Berbagi Pengalaman

-Berita Terkini, Kronik-13 kali dibaca

pdip-jatim---didik-prasetiyono-dpc-surabayaSURABAYA – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Didik Prasetiyono mengatakan, Surabaya siap menerima Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

“Kota Surabaya sejauh ini tidak pernah pelit membagi pengalaman untuk siapapun, termasuk untuk pemerintah daerah maupun lembaga pendidikan dari manapun” kata Didik Prasetiyono, kemarin.

Pernyataan itu dia sampaikan menyikapi cuitan Ridwan Kamil, pada Rabu (24/2) pukul 12.03 WIB. Dalam akun twitter pribadinya, Ridwan Kamil mengatakan “Saya menyesalkan, Wakil Wali kota Bandung ditolak studi banding oleh Pemkot Surabaya. Insya-Allah dengan visi NKRI kami di Bandung akan terima siapapun untuk studi”.

“Bu Risma tegas minta jajaran Pemkot Surabaya untuk melayani semua permintaan kunjungan studi banding. Apalagi untuk saling meningkatkan kualitas pelayanan, Kota Surabaya sangat menyambut baik,” jelas mantan jubir tim pemenangan Risma-Whisnu saat Pilkada Surabaya 2015 lalu itu.

Tentang cuitan Ridwan Kamil Didik menilai, mungkin hanya bercanda. Tentunya, Pemerintah Kota Surabaya tidak perlu menanggapi hal itu terlalu serius.

“Selera humor Pak Ridwan Kamil dikenal tinggi. Apalagi tidak pernah ada penolakan studi banding Wakil Wali Kota Bandung oleh Pemerintah Kota Surabaya,” ujarnya.

Ia mengatakan kalau yang dimaksudkan permintaan bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya memang perlu pencocokan jadwal agar pas. Tapi bila Wali Kota Surabaya terikat dengan aktivitas tertentu maka jajaran dinas akan siap melayani kapanpun dan tentunya menyambut dengan baik.

cuitan-ridwan-kamil“Masyarakat Surabaya dikenal terbuka dan terus terang dengan gaya bahasa ceplas-ceplos tanpa ditutupi, maka cuitan Pak Wali Kota Bandung juga ditanggapi sebagai canda seorang sahabat seperti Bonek bersahabat dengan Vicking,” kata Didik.

Tentunya, tambah dia, pola komunikasi lebih lanjut akan diatur sesama wali kota, baik formal lewat jajaran pemerintahan maupun secara informal lewat telepon.

“Kebetulan, saya berada di sebelah Bu Risma saat Bupati Batang Yoyok berkomunikasi lewat telepon dengan Bu Risma, komunikasi informal yang santai dan penuh canda,” tuturnya.

Dia berharap setelah ini Wali Kota Bandung bisa menjelaskan kronologis agar tidak menimbulkan persepsi bahwa Pemkota Surabaya yang dipimpin pasangan dari PDI Perjuangan itu adalah pelit dalam membagi ilmu. (goek)