Selasa
20 Oktober 2026 | 5 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sudah Rp 187 Triliun Dana Desa Dikucurkan Pemerintah, Untuk Apa Saja?

pdip-jatim-jokowi-perangkat-desa-bogor

BOGOR – Sejak program dana desa diluncurkan pemerintah pada 2015 lalu, sejumlah infrastruktur telah dibangun pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa manfaat program dana desa yang dilakukan pemerintah tersebut tidak bisa dinikmati dalam waktu singkat.

“Dana desa baru akan dirasakan manfaatnya mungkin tidak tahun ini, tetapi ke depan kita akan mendapatkan manfaat besar dari pembangunan-pembangunan ini. Kita harus meyakini itu,” kata Jokowi, saat sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019 di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa dana desa yang dikucurkan pemerintah ini berbeda dengan bantuan langsung sehingga manfaatnya pun tidak bisa dirasakan secara serta merta.

“Jangan penginnya instan, mana Pak manfaatnya? Ya kalau seperti itu paling mudah, bagi saja uang bantuan langsung. Masyarakat senang tapi dampak ekonomi ke depannya tidak bisa,” ujarnya.

Di hadapan para perangkat desa yang hadir, Jokowi menjelaskan bahwa dengan membangun infrastruktur ini sesungguhnya pemerintah tengah membangun fondasi negara.

“Kemudian nanti tahapan besar kedua itu membangun sumber daya manusia. Itu juga membangun fondasi, enggak bisa langsung dirasakan mendadak saat ini,” terang Jokowi.

Sebagai sebuah negara besar, dia memandang tanpa pembangunan seperti itu Indonesia akan menjadi rapuh.

Untuk perbandingan, dalam pembangunan jalan, sejak jalan tol Jagorawi dibangun pada tahun 1978, Indonesia baru membangun jalan sepanjang 780 kilometer.

“Seribu saja tidak ada. Saat yang sama, ini saya bandingkan dengan Tiongkok, membangun sudah sekarang ini 280.000 kilometer. Karena berani sakit dulu, berani pahit dulu,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengimbau masyarakat desa agar betul-betul memanfaatkan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah. Dengan memanfaatkan dana tersebut, Presiden berharap ketimpangan dapat dipersempit.

“Saya titip agar betul-betul kita kelola dana desa ini untuk kemanfaatan masyarakat desa. Sehingga kita harapkan ketimpangan semakin bisa kita persempit, kemiskinan bisa kita hilangkan, pengangguran juga kita turunkan sebanyak-banyaknya. Arahnya ke sana,” ujarnya.

Jokowi juga mengatakan, bahwa selama ini pembangunan desa terpinggirkan. “Oleh sebab itu, mulai 2015 saya sampaikan ini pembangunan harus dibalik, dimulai dari desa. Sejak 2015 kita tahu telah kita kucurkan Rp20,7 triliun, kemudian 2016 Rp47 triliun, kemudian 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp60 triliun, tahun depan Rp73 triliun,” kata Jokowi.

Dengan kucuran dana desa yang semakin meningkat tiap tahunnya itu, hingga saat ini sudah Rp187 triliun anggaran dialokasikan pemerintah pusat untuk desa-desa di seluruh Indonesia. Presiden berharap agar perputaran uang yang ada di desa dan daerah-daerah juga semakin meningkat.

“Kalau uang yang beredar itu semakin banyak otomatis kesejahteraan masyarakat dan penduduk di desa dipastikan meningkat,” ucapnya.

Selama empat tahun ke belakang, ratusan triliun rupiah dana desa tersebut telah beredar di kurang lebih 74.900 desa yang ada di Tanah Air. Pemanfaatannya pun saat ini sudah mulai tampak dengan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana.

“Jalan desa itu sudah 158.000 kilometer, banyak sekali. Posyandu 18.000 yang telah dibangun dari dana desa. PAUD 48.000 yang telah dibangun dari dana desa,” ujarnya.

Selain itu, melalui dana desa, 6.900 pasar kecil juga dibangun di desa-desa. Ada juga 39.000 saluran irigasi dan 3.000 embung yang telah dibangun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...