Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosok Seperti Risma Masih Dibutuhkan Warga Surabaya

pdip-jatim-survei-tentang-risma

SURABAYA – Sebuah pusat riset Pilkada menggelar survei menjelang Pilwali Surabaya 2020. Hasilnya, warga Surabaya mendambakan pemimpin yang jujur.

Hasil tersebut terbilang menarik karena ketokohan dan parpol sudah tak lagi menjadi tolak ukur. Warga lebih menyoroti soal kriteria sang penerus Wali Kota Tri Rismaharini.

“Sekarang ketokohan, dari parpol mana tidak menjadi tolak ukur tertinggi. Kriteria jujur menjadi poin tertinggi yang diinginkan masyarakat Surabaya kepada pemimpin selanjutnya,” kata Machmud Suhermono, Kepala Pusat Riset Pilkada JTV di Surabaya, Jumat (14/2/2020).

Machmud menjelaskan, keinginan masyarakat terhadap pemimpin yang jujur, bukan berarti pemimpin sebelumnya tidak jujur. Tetapi, masyarakat ingin pemimpin selanjutnya mempertahankan apa yang sudah dilakukan saat ini.

“Selain jujur, masyarakat juga ingin pemimpin punya kapabilitas yang mumpuni. Pemimpin mampu mengatasi masalah ekonomi juga menjadi idaman warga Surabaya,” jelasnya.

Terkait gender dan agama, lanjut Machmud, masyarakat tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Terbukti dari hasil survei, dua hal itu masuk ke dalam kategori tidak penting.

Sementara, Tenaga Ahli Tim Survei Pilkada ITS, Agnes Tuti Rumiati menyebut masyarakat Surabaya menginginkan sosok pemimpin seperti Wali Kota Risma.

“Dalam kriteria tambahan, masyarakat ingin pemimpin merakyat, suka blusukan, tegas, memahami kondisi lapangan. Lalu juga menepati janji saat kampanye, to the point-nya ingin seperti Bu Risma,” kata Tuti.

Terkait ketokohan dan parpol, Tuti memaparkan bahwa masyarakat Surabaya sudah tidak terlalu mementingkan hal tersebut. Bila ketokohan, masyarakat masih menilai fifty-fifty. Sedangkan parpol, bagi masyarakat tidak penting.

“Penampilan mau cantik atau ganteng, terus gender baik laki atau perempuan juga tidak menjadi pertimbangan penting untuk masyarakat,” lanjutnya.

Survei yang dilakukan JTV dan ITS dilakukan pada 6-12 Februari 2020. Riset tersebut menggunakan cluster random sampling dengan melibatkan 450 responden 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh wilayah Surabaya dengan sampel tiap wilayah proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...