Rabu
19 Agustus 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosok Seperti Risma Masih Dibutuhkan Warga Surabaya

pdip-jatim-survei-tentang-risma

SURABAYA – Sebuah pusat riset Pilkada menggelar survei menjelang Pilwali Surabaya 2020. Hasilnya, warga Surabaya mendambakan pemimpin yang jujur.

Hasil tersebut terbilang menarik karena ketokohan dan parpol sudah tak lagi menjadi tolak ukur. Warga lebih menyoroti soal kriteria sang penerus Wali Kota Tri Rismaharini.

“Sekarang ketokohan, dari parpol mana tidak menjadi tolak ukur tertinggi. Kriteria jujur menjadi poin tertinggi yang diinginkan masyarakat Surabaya kepada pemimpin selanjutnya,” kata Machmud Suhermono, Kepala Pusat Riset Pilkada JTV di Surabaya, Jumat (14/2/2020).

Machmud menjelaskan, keinginan masyarakat terhadap pemimpin yang jujur, bukan berarti pemimpin sebelumnya tidak jujur. Tetapi, masyarakat ingin pemimpin selanjutnya mempertahankan apa yang sudah dilakukan saat ini.

“Selain jujur, masyarakat juga ingin pemimpin punya kapabilitas yang mumpuni. Pemimpin mampu mengatasi masalah ekonomi juga menjadi idaman warga Surabaya,” jelasnya.

Terkait gender dan agama, lanjut Machmud, masyarakat tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Terbukti dari hasil survei, dua hal itu masuk ke dalam kategori tidak penting.

Sementara, Tenaga Ahli Tim Survei Pilkada ITS, Agnes Tuti Rumiati menyebut masyarakat Surabaya menginginkan sosok pemimpin seperti Wali Kota Risma.

“Dalam kriteria tambahan, masyarakat ingin pemimpin merakyat, suka blusukan, tegas, memahami kondisi lapangan. Lalu juga menepati janji saat kampanye, to the point-nya ingin seperti Bu Risma,” kata Tuti.

Terkait ketokohan dan parpol, Tuti memaparkan bahwa masyarakat Surabaya sudah tidak terlalu mementingkan hal tersebut. Bila ketokohan, masyarakat masih menilai fifty-fifty. Sedangkan parpol, bagi masyarakat tidak penting.

“Penampilan mau cantik atau ganteng, terus gender baik laki atau perempuan juga tidak menjadi pertimbangan penting untuk masyarakat,” lanjutnya.

Survei yang dilakukan JTV dan ITS dilakukan pada 6-12 Februari 2020. Riset tersebut menggunakan cluster random sampling dengan melibatkan 450 responden 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh wilayah Surabaya dengan sampel tiap wilayah proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

BANYUWANGI – Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, Hj. Ansari PDIP Tegaskan Pentingnya Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat

PAMEKASAN – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai tidak boleh sebatas menjadi seremonial tahunan. ...
KRONIK

Pemain Soekarno Cup Salurkan Hasil Gotong Royong bagi Mahasiswa NTT di Surabaya

SURABAYA – Di tengah kekhawatiran mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Surabaya terhadap keluarga mereka ...
KABAR CABANG

Pesan Ahok untuk Kader PDIP Madiun: Dengarkan Jeritan Rakyat, Jangan Hanya Saat Butuh Dukungan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpesan kepada kader PDIP Kota Madiun agar tidak hanya hadir saat butuh dukungan ...
HEADLINE

Said Abdullah Dorong BI Segera Rumuskan Core Kebijakan Moneter yang Jelas

JAKARTA – Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pengajuan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank ...