Kamis
08 Oktober 2026 | 11 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Kebijakan Pemkot Surabaya Batasi 1 Alamat 3 KK, Ini Penjelasan Eri Cahyadi

pdip-jatim-250926-EC

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan soal kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembatasan maksimal 3 kartu keluarga (KK) dalam satu alamat.

Menurut Eri, aturan tersebut diterapkan sebagai langkah memastikan agar bantuan dari Pemkot Surabaya tepat sasaran dan dinikmati warga yang benar-benar tinggal di Kota Pahlawan.

Latar belakang kebijakan ini, tegasnya, bukan untuk mempersulit warga. Tapi untuk memverifikasi keberadaan riil penghuni suatu rumah.

Dia menyebut hal ini menjadi penting karena banyak bantuan sosial diberikan berdasarkan data domisili.

“Pembatasan (1 alamat 3 KK) itu sebenarnya adalah bahwa rumah itu, adalah rumah yang memang cukup ditempati beberapa orang,” kata Eri kepada wartawan, dikutip Kamis (25/9/2025).

Eri menjelaskan, jika satu rumah dihuni lebih dari 3 KK dan sebagian besar dari mereka tidak benar-benar tinggal di lokasi tersebut, bantuan bisa salah sasaran.

Dalam kondisi itu, menurut dia, Pemkot Surabaya akan kesulitan untuk menanggung beban bantuan yang tidak akurat.

“Kita akan tahu jumlah warga yang akan kita bantu. Kalau 1 rumah lebih dari 3 KK, terus setelah itu orangnya tidak tinggal di situ, enggak mampu Surabaya membantu, enggak mampu,” ujarnya.

Eri menyebutkan bahwa bantuan pendidikan dan sosial seperti pembebasan biaya sekolah hanya akan efektif jika data penerima sesuai kondisi lapangan.

Dia mencontohkan kasus di mana anak yang sudah menikah tetap masuk dalam KK orang tuanya. Padahal secara ekonomi dan tempat tinggal sudah mandiri.

“Kaya (bantuan) sekolah, keluarga miskin, pra miskin yang tinggal di Surabaya, yang keluarganya saya gratiskan. Kalau anaknya menikah terus masuk KK-nya, akhirnya gak tepat sasaran,” papar Eri.

Meski begitu, dia menyatakan terbuka terhadap fleksibilitas aturan. Eri menawarkan opsi lain jika memang rumah tersebut dihuni lebih dari tiga KK.

“Makanya kita sepakati, enggak apa lebih 3 KK tapi yang kita bantu 1 KK. Lek kabeh njalok bantuane Pemkot, duwite entek (kalau semua minta bantuannya Pemkot, uangnya habis),” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...