Jumat
16 Oktober 2026 | 9 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMPN 3 Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Produk Ekonomi, Bupati Ipuk: Ini Bisa Jadi Role Model

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-08042026.

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengelola sampah secara sirkular diimplementasikan hingga ke level sekolah. Salah satunya SMP Negeri 3 Banyuwangi yang tidak berhasil mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memiliki bank sampah yang dikelola siswa.

Memasuki SMPN 3 Banyuwangi, akan terasa suasana tengah hutan kota. Pohon-pohon besar menjulang tinggi nan rimbun menaungi bangunan-bangunan sekolah. Daun-daun dan ranting dari pohon tersebut yang dulunya menjadi sampah, kini menjadi aset ekonomis bagi para pengelola sampah sekolah.

Para siswa dan pendidik di sana mengelola daun dan ranting menjadi produk bernilai ekonomis. Tak hanya itu, sisa makanan dari siswa juga dikumpulkan mereka untuk diolah bersama.

Bertempat di belakang bangunan utama sekolah, para “pejuang lingkungan” tersebut memproses sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan setiap harinya.

Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga menjadi kompos siap panen yang selanjutnya dikemas sebagai pupuk organik berkualitas premium.

Pupuk hasil olahan siswa tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan. Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

“Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” cerita M. Fadil, siswa kelas 8, pada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengunjungi sekolah tersebut, pada Selasa (7/6/2026).

Fadil mengatakan telah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah sejak kelas 7. Ia mengaku tertarik karena memiliki minat pada kegiatan pertanian.

“Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” terangnya.

Bupati Ipuk mengaku sangat mengapresiasi sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Holilik tersebut. Dia berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Ipuk.

“Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” imbuh Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

SMPN 3 Banyuwangi dikenal sebagai sekolah yang syarat prestasi. Salah satunya meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

“Sekolah kami juga sebagai sekolah pelopor yang mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran. Kami juga memiliki fasilitas “Geopark Corner,” Duta Geopark, dan modul pembelajaran khusus, serta pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi, Holilik. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...