Sabtu
19 September 2026 | 7 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sinyalir Ada RS Ubah Data Pasien Covid, Said Minta Kenakalan Ini Distop

pdip-jatim-said-abdullah-150321

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan rumah sakit (RS) tidak menjadikan layanan pandemi Covid-19 sebagai ajang pemburu rente .

Disinyalir, sejumlah rumah sakit mengubah data pasien dari negatif menjadi positif Covid-19 demi mendapatkan dana klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Untuk itu, saya minta pemerintah membongkar praktik mafia rumah sakit yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengeruk keuntungan finansial,” tandas Said Abdullah, Senin (15/3/2021).

Dia mensinyalir, pandemi Covid-19 menjadi sumber bisnis baru bagi RS. Salah satu modus yang dilakukan yakni dengan meng-covid-kan orang sakit yang sesungguhnya tidak terkena Covid-19.

Atau dengan cara lain, mengubah data pasien dari negatif Covid-19 menjadi positif Covid-19.

“Sejak kuartal 3 tahun anggaran 2020 sampai sekarang masih banyak rumah sakit yang main-main dalam menginput data pasien. Pasien negatif dimasukkan positif agar rumah sakit bisa langsung melakukan tagihan ke BPJS. Ini kan udah nggak benar,” tegasnya.

Kader Banteng senior dari Sumenep, Madura ini menegaskan, praktik nakal tersebut harus segera ditertibkan. Hal ini penting agar kerugian yang dialami masyarakat Indonesia tidak semakin meluas.

“Saya mensinyalir tidak hanya mengubah data pasien Covid-19, banyak cara dan modus dilakukan oleh berbagai rumah sakit untuk mendapatkan keuangan,” tegasnya.

Oleh karenanya, dia meminta pemerintah melakukan kontrol dan pengawasan secara ketat guna mencegah manipulasi data pasien Covid-19. Caranya, sejak awal proses pasien masuk rumah sakit harus dikawal aparat penegak hukum (APH).

Bahkan untuk menginput data pasien Covid-19 bisa dilakukan oleh APH juga. Hal ini penting agar tidak terjadi moral hazard dimana rumah sakit menangguk profit luar biasa karena biaya pasien positif ditanggung pemerintah.

“Saya minta, rumah sakit agar jangan menjadikan Covid-19 sebagai ladang bisnis baru para pemilik layanan kesehatan,” tegasnya.

Sebenarnya kata Said, politik anggaran Covid-19 ini sangat memadai. Hal ini mengkonfirmasikan, perhatian pemerintah terhadap upaya memitigasi penyebaran Covid-19 sangat besar sekali.

Terbukti, pemerintah menaikkan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp 699,43 triliun pada 2021 atau meningkat dari alokasi tahun 2020 sebesar Rp 688,33 triliun. Dari angka tersebut, alokasi untuk anggaran bidang kesehatan sebesar Rp 176,3 triliun.

“Dengan melihat postur anggaran sektor kesehatan yang cukup besar ini, saya minta kenakalan rumah sakit ini distop,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Angka Kemiskinan Banyuwangi Turun, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Dampaknya Harus Dirasakan Wong Cilik

SURABAYA – Angka kemiskinan Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir. ...
LEGISLATIF

Kanang Pantau Distribusi Bantuan Pangan di Ngawi, Soroti Sinergi KDMP-Bulog

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI Ir. Budi Sulistyono (Kanang) memantau distribusi bantuan pangan oleh Perum Bulog ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Minta Pemprov Jatim Selamatkan Lahan Sebelum Jadi Puso

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti meminta Pemprov Jatim mempercepat langkah menghadapi ...
KRONIK

Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban KM Virgo Asal Banyuwangi

BANYUWANGI – Dua warga Banyuwangi menjadi korban hilang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Dua korban ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Ngawi Serahkan Apresiasi kepada Para Atlet Pencak Silat Peraih Medali dalam Kejuaraan Panglima TNI

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memberikan apresiasi kepada para atlet pencak silat asal Ngawi yang ...
LEGISLATIF

Hj. Ansari PDIP: Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Butuh Sinergi Pemerintah dan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari, menggelar reses sekaligus Sosialisasi Empat ...