Minggu
08 November 2026 | 7 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sikap PDIP, Terpidana Tidak Boleh Ikut Pilkada

pdip-jatim-komarudin-watubun

pdip-jatim-komarudin-watubunJAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Komarudin Watubun menegaskan, terpidana tetap tidak boleh mencalonkan diri dalam pemilu kepala daerah. Dasarnya, UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Pada pasal 7 ayat (2) huruf g UU tersebut menyatakan, bahwa berapapun hukuman yang dijatuhkan, maka terpidana tidak boleh maju sebagai calon kepala daerah.

“Aturan UU itu yang menjadi dasar dari sikap Fraksi PDI Perjuangan, bahwa terpidana tidak bisa maju dalam pilkada,” kata Komarudin Watubun, Sabtu (10/9/2016).

Komisi II DPR bersama KPU dan Bawaslu sebelumnya telah sepakat membahas Peraturan KPU (PKPU) nomor 5 tentang Pencalonan Kepala Daerah, perubahan terhadap PKPU No 9/2016.

Menurut dia, pembahasan PKPU ini menjadi relatif berat terkait ketentuan apakah terpidana yang sedang menjalani hukuman percobaan boleh mendaftar sebagai calon kepala daerah atau tidak.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, pembahasan sebenarnya sudah selesai. Namun hanya karena kepentingan kelompok tertentu, maka aturan yang sudah ideal diotak-atik.

“Jangan karena punya agenda tersembunyi, aturan dirombak sedemikian rupa. Menguras energi dan melukai hati nurani rakyat,” ujarnya.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP itu menilai bahwa KPU memang tidak bisa sendiri dalam menentukan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan UU No.10 Tahun 2016.

Hal itu menurut dia, karena sudah menjadi amanah UU, KPU dalam menetapkan peraturan KPU harus melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi II dan bersifat mengikat.

“Jika deadlock, musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka terpaksa kita lakukan voting terbuka agar rakyat republik ini tahu siapa yang membela narapidana untuk menjadi pemimpin,” tandasnya.

Senada, anggota Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan pun mengungkapkan kekecewaannya. “Pembahasan Peraturan KPU bukan untuk menyelesaikan isu-isu strategis, tapi memaksakan kepentingan,” kata Arteria Dahlan.

Saat rapat, sebut Arteria, juga dihadirkan ahli yang dia ragukan keahlian dan kesahihan keterangannya, tanpa persetujuan seluruh anggota dalam rapat internal komisi. Dia merasa ahli yang dihadirkan itu hanya ingin memberi legitimasi agar terpidana percobaan bisa mencalonkan diri dalam Pilkada.

“Kenapa ngotot memasukkan seorang terpidana, walaupun terpidana percobaan sekalipun untuk dapat dicalonkan? Padahal kami dan beberapa fraksi lain, KPU, Bawaslu tegas menolak,” ungkap dia.

Menurutnya, rapat hingga pukul 04.30 WIB itu hanya membahas satu ayat soal terpidana percobaan, padahal masih banyak isu lain yang harus dibahas.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Angkat Motif Sabuk Mangir Latar Ukel, BBF Perkuat Pelestarian dan Industri Batik Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong pelestarian batik lokal sekaligus memperkuat ...
KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...