SURABAYA – Sebanyak 216 pemain muda dari berbagai daerah di Banyuwangi dan sekitarnya mengikuti seleksi tim Banteng Jatim FC U-17 yang digelar di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026) malam. Seleksi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026, turnamen pembinaan sepak bola usia muda tingkat nasional.
Para peserta berasal dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. Antusiasme terlihat sejak malam hari seusai salat tarawih, ketika ratusan pemain bersama orang tua dan ofisial tim mulai memadati area stadion.
Seleksi berlangsung melalui sejumlah tahapan penilaian, mulai dari uji kemampuan teknik dasar melalui game internal hingga evaluasi kedisiplinan dan kerja sama tim oleh jajaran pelatih. Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan ditutup dengan lagu “Tanah Airku”, menegaskan semangat nasionalisme dalam pembinaan atlet muda.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan Soekarno Cup dirancang sebagai ajang pembinaan sepak bola usia muda yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda. “Kompetisi ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk berkembang sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan gotong royong,” ujar Said Abdullah, Minggu (1/3/2026).

Banteng Jatim FC U-17 sendiri merupakan juara Soekarno Cup 2025 yang digelar di Bali. Pada edisi 2026, turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Juli mendatang.
Untuk mempertahankan gelar, proses seleksi dilakukan secara terbuka di sejumlah wilayah Jawa Timur, dimulai dari Banyuwangi sebelum berlanjut ke Blitar, Malang, Bangkalan, dan Surabaya.
Menurut Said, seleksi ini tidak sekadar mencari pemain terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. “Soekarno Cup diproyeksikan bukan hanya sebagai turnamen kompetitif, tetapi juga laboratorium pembinaan talenta muda,” tegasnya.
Pelaksanaan seleksi turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, anggota DPR RI Sonny Danaparamita, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Ana Aniati, serta sejumlah anggota DPRD Banyuwangi.

Ipuk Fiestiandani mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam seleksi tersebut. Ia menilai pembinaan usia dini menjadi fondasi penting bagi kemajuan sepak bola daerah sekaligus nasional.
“Kehadiran seleksi ini menunjukkan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan talenta yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Banteng Jatim FC U-17 Daniel Rohi mengatakan proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Tim pelatih yang terlibat terdiri dari pelatih berlisensi nasional yang diperkuat spesialis teknik dan taktik, pelatih kiper, pelatih fisik, analis data, serta fisioterapis guna memastikan standar pembinaan berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan proses pembinaan dilakukan secara profesional dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen pengembangan talenta muda sepak bola Jawa Timur,” kata Daniel. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










