oleh

Seminggu Jelang Coblosan, Elektabilitas Eri-Armuji Makin Melesat

-Berita Terkini-13 kali dibaca

SURABAYA – Indo Survey & Strategy jadi lembaga survei keenam yang hasil penelitiannya memenangkan jago PDI Perjuangan di Pilkada Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

Lima lembaga yang hasil surveinya juga menempatkan Eri-Armuji sebagai pemenang Pilwali Surabaya adalah PusdeHAM, Survey Populi Center, SMRC, Cyrus Network dan Surabaya Survey Center (SSC).

Sedangkan yang memenangkan paslon Maju, hanya dua lembaga survey, yakni Poltracking dan FISIP UINSA.

Hasil penelitian Indo Survey & Strategy, dari sisi elektabilitas, Eri Cahyadi-Armuji (Erji) unggul dengan angka 47,95 persen. Sedangkan Maju meraih 27,73 persen (selisih 20,22 persen).

Tak hanya unggul dari sisi keterpilihan, pemilih loyal pasangan Eri-Armuji juga lebih besar dengan angka mencapai 33,41 persen. Rivalnya, hanya 17,76 persen.

Hal ini juga tak lepas dari tingkat kesukaan masyarakat Surabaya terhadap masing-masing figur. Rinciannya, Eri memimpin dengan 87,50 persen, kemudian diikuti Machfud (84,32 persen), Armuji (75,32 persen) dan Mujiaman (70,89 persen).

Untuk top of mind cawali, responden menyebut Eri Cahyadi sebesar 38,41 persen dan Machfud Arifin angkanya 20,91 persen.

Tingginya angka keterpilihan Eri disebabkan responden yang menganggap Eri berpengalaman di pemerintahan (37,67 persen). Kemudian, perhatian kepada rakyat (10, 70 persen), dan sudah ada bukti hasil kerja (7,44 persen).

Peneliti Indo Survey & Strategi, Karyono Wibowo menyebut, masyarakat mengenal Eri sebagai ASN Pemkot Surabaya. Hal ini semakin didukung banyaknya responden yang puas terhadap kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebanyak 96,36 persen responden mengaku sangat puas dengan kinerja wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut. Menurut Karyono, angka ini terlampau tinggi dan jarang dilakukan kepala daerah lainnya.

Tak mengherankan, karena masyarakat Surabaya ingin program Risma dilanjutkan oleh wali kota terpilih berikutnya. Harapan ini dianggap bisa dilakukan Eri.

“Sebanyak 69 persen responden ingin Wali Kota Surabaya selanjutnya, melanjutkan program yang sudah ada. Cuma 23 persen berharap program baru, utamanya untuk peningkatan ekonomi,” terang Karyono saat konferensi pers survei Pilwali Surabaya melalui Zoom Meeting, Kamis (3/12/2020).

Rekomendasi Risma juga berimplikasi cukup tinggi mempengaruhi pilihan warga Kota Surabaya. Angkanya mencapai 92,73 persen (sangat berpengaruh).

Bahkan, sebanyak 36,59 persen responden akan mempertimbangkan dukungan Risma dalam memillih Wali Kota Surabaya selanjutnya. “Sementara yang pasti mengikuti 31,36 persen,” pungkasnya. (goek)

rekening gotong royong