Selasa
02 Juni 2026 | 11 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDIP: Kader Muda Partai Harus Kedepankan Sikap Kenegarawanan

pdip-jatim-hasto-rakornas-pemuda-1

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa hidup dalam perjuangan kepartaian itu diisi dengan perjuangan. Karena tidak ada pemimpin lahir tanpa gemblengan hidup dan kehidupan.

“Menjadi kader muda Partai harus menjadi kader pembelajar dengan kedepankan sikap kenegarawanan, artinya berjuang bagi kemajuan peradaban bangsanya sebagai sikap hidup dan ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau golongan” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Jumat (30/10/2020).

Dalam seluruh rekam jejak hadirnya pemimpin di PDIP, sejak Bung Karno, Megawati, Jokowi, hingga saat ini seperti Kepala Situation Room DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, hingga Gus Mis, Adian, Putra Nababan, dan begitu banyak tokoh muda lainnya yang sekarang menjadi pimpinan Partai, pimpinan dewan dan juga calon kepala daerah, sebut Hasto, semua menunjukkan tradisi yang sama: menggembleng diri dan kemampuan menjemput tugas panggilan sejarah.

“PDI Perjuangan mengajarkan pada setiap kader muda bangsa untuk kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bangga dengan jati diri kebudayaan bangsa, dan punya vision terhadap arah masa depan bangsa, serta jadikan semangat juang (geist), tekad juang (will), dan perbuatan bagi kepentingan umum, bangsa dan negara (daad) sebagai elemen penting yang harus dimiliki kaum muda. Sebab tidak ada pemimpin lahir tanpa gemblengan hidup dan kehidupan,” ujarnya.

Dengan demikian, tambah Hasto, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sorkarnoputri menyampaikan agar generasi milenial tidak dimanjakan, hal itu mengandung semangat dari sosok seorang Ibu Pejuang, yang terus memikirkan masa depan Indonesia.

Menurutnya, Ketum PDI Perjuangan berpesan, bahwa pemuda penentu masa depan bangsa, harus dilihat kekinian, bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia menggembleng diri dan kesemuanya digerakkan oleh semangat untuk membawa kemajuan bagi Indonesia Raya.

“Dengan demikian intisari peringatan Sumpah Pemuda adalah bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia saat ini, dalam seluruh alam pikir dan alam rasanya, sudah memikirkan perbuatan terbaik bagi masa depan bangsanya. Jadi melihatnya adalah persepktif sekarang. Jika saat ini kita memiliki kaum muda yang hebat-hebat, maka kita akan lebih optimis menatap masa depan,” bebernya.

“Kunci dari kemajuan bangsa adalah pendidikan dan kebudayaan. Semua dijalankan dengan penuh semangat, dengan energi juang yang menyala-nyala,” tutup Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Gresik Awali Perayaan Bulan Bang Karno dengan Acara Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

GRESIK – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 sekaligus mengawali rangkaian peringatan Bulan ...
KABAR CABANG

Dari Upacara ke Arena Jaranan, Cara PDIP Trenggalek Merayakan Harlah Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPC PDI Perjuangan Trenggalek ditutup dengan pagelaran jaranan yang menghadirkan ...
KABAR CABANG

Yudi Meira: Sekretariat Baru PAC Sukorejo Harus Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira menegaskan sekretariat baru PAC Sukorejo harus menjadi pusat ...
RUANG MERAH

Menjemput Pancasila di Labirin Algoritma

Oleh Martin Rachmanto* HARI ini, 1 Juni, ingatan kita melompat kembali ke tahun 1945. Di bawah rindang pohon sukun ...
KABAR CABANG

Hari Lahir Pancasila, Ketua DPC PDIP Jombang: Rakyat adalah Kekuatan Kita

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Gelar Upacara Harlah Pancasila, Kader Diminta Bersiap Jalankan Agenda Bulan Bung Karno

NGAWI – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni idealnya tidak hanya sebatas simbolisasi semata. Bagi setiap ...