
SURABAYA – Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini berkampanye untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi – Armudji, di kawasan Babatan, Wiyung, Senin (9/11/2020).
Kedatangan Risma yang juga Wali Kota Surabaya ini pun tak ayal, dielu-elukan warga setempat, dan disambut tabuhan musik tradisional, angklung.
”Ya luar biasa memang sambutan warga. Rupanya warga ingin wali kota yang bisa meneruskan kebaikan Bu Risma, bukan orang yang ingin menghentikan program-program baik dari Bu Risma,” ujar Eko Purwanto, Ketua Harian DPP Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), relawan Jokowi yang ikut mendukung pencalonan Eri Cahyadi dan Armudji pada Pilkada Surabaya.
Di sepanjang jalan menuju lokasi di perkampungan, Risma disambut antusias. Warga berdiri di depan rumah masing-masing untuk menyambut wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.
”Matur nuwun, matur nuwun,” kata Risma yang menyapa warga yang hadir dengan protokol kesehatan.
Tanpa diajak Risma, warga dengan sendirinya malah menyuarakan aspirasinya dengan menyatakan mendukung Eri Cahyadi dan Armudji.
”Nomor satu ya Bu, nomor satu,” ujar warga merujuk pada Eri Cahyadi dan Armudji yang mendapatkan nomor urut 1 di Pilkada Surabaya.

Risma bersyukur, saat ini Surabaya sudah semakin berkembang, tidak hanya dari sisi infrastruktur kota yang kian baik dan modern. Tapi juga diiringi dengan berbagai program sosial dan pendidikan serta kesehatan yang bermutu.
Ke depan, harapnya, itu semua harus diteruskan, dan diperbaiki apa yang masih kurang, misalnya masih ada beberapa spot yang banjir. Dia pun mengaku tahu betul kemampuan Eri Cahyadi, sejak awal jadi ASN sampai menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.
“Dia orangnya inovatif, bertanggung jawab, berani membela kepentingan orang banyak. Dia selama ini ikut merancang dan menjalankan program pemerintah kota. Saya tahu betul kualitasnya,” sebut Risma.
Dia juga mengajak semua warga hidup rukun. Surabaya adalah rumah besar yang ramah bagi semua umat beragama, seperti di kawasan Babatan, Wiyung, yang sejak lama harmonis.
Di sana ada berbagai rumah ibadah, mulai masjid, gereja, hingga pura. ”Perbedaan bukan menjadi penghalang, kerukunan menjadi pemersatu. Dukunglah nomor satu,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Risma juga minta maaf atas masih adanya kekurangan dalam memimpin Surabaya selama sepuluh tahun terakhir.
”Saya beberapa bulan lagi selesai. Saya masih terus bekerja menyelesaikan beberapa hal yang kurang, seperti sekarang kita bekerja mengantisipasi datangnya musim hujan, semuanya untuk Bapak/Ibu warga Surabaya. Saya juga mohon dimaafkan karena pasti ada kekurangan dalam memimpin kota ini 10 tahun terakhir,” ucap Risma. (rul)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









