JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Sadarestuwati, menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi vital dalam menjaga keutuhan negara sekaligus memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian pangan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok tani di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Minggu (5/4/2026).
Sadarestuwati memaparkan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan juga harus diimplementasikan secara nyata guna menghadapi tantangan globalisasi dan arus informasi yang kian deras.
“Empat pilar ini bukan sekadar hafalan, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi saat ini,” ujarnya.
Selain aspek ideologi, Sadarestuwati menyoroti korelasi erat antara nilai kebangsaan dan kedaulatan pangan. Ia mendorong masyarakat, khususnya para petani di wilayah Bareng, untuk terus meningkatkan produktivitas demi menyokong stabilitas nasional.
“Kemandirian pangan merupakan bagian dari ketahanan bangsa. Ini sejalan dengan nilai-nilai dalam empat pilar yang harus kita jaga bersama,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.
Ia mengingatkan, ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer atau politik, tetapi juga melalui kemampuan rakyat dalam memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan menangkal paham-paham yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kegiatan yang berlangsung dinamis dengan sesi dialog interaktif ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (fathir/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












