Selasa
03 November 2026 | 5 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat-saat Puti Guntur Menikmati Pesona Goa Tabuhan

pdip-jatim-puti-goa-tabuhan

PACITAN – Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno meluangkan waktunya mengunjungi pesona alam Goa Tabuhan, di Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, Selasa (3/4/2018).

Tak hanya menyaksikan keeksotisan ikon kabupaten 1001 Goa tersebut, Puti juga ingin melihat salah satu sudut di Goa Tabuhan yang pernah dikunjungi kakeknya, Presiden pertama RI Soekarno.

Pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu mendatangi Goa Tabuhan setelah sebelumnya berziarah ke makam seorang tokoh ulama besar NU (Nahdlatul Ulama) KH Umar Sahid atau dikenal Mbah Umar Tumbu, di Desa Jajar, Kecamatan Donorejo

Selama Puti menikmati keindahan bagian dalam Goa Tabuhan, beberapa seniman menyuguhkan aksi memainkan musik dan tembang-tembang Jawa. Menariknya, alat musik yang ditabuh bukan perangkat gamelan Jawa, namun batu-batu stalaktit yang banyak menghiasi Goa Tabuhan.

Dengan iringan kendang, dan paduan beberapa batu stalaktit yang ditabuh 6 seniman itu pun menimbulkan suara yang tajuak kalah dengan gamelan Jawa.

Puti yang didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, Ketua DPC PDIP Pacitan Mardiyanto, serta rombongan lainnya, beberapa saat menikmati alunan tembang-tembang Jawa, sebelum lebih jauh memasuki Goa Tabuhan.

“Keren banget, sangat mirip dengan gamelan,” ucap Puti.

Alumnus FISIP Universitas Indonesia ini kemudian melanjutkan langkahnya melihat lebih dalam melewati lorong-lorong goa. Saat sampai di tempat yang pernah dikunjungi Bung Karno, Puti berhenti beberapa saat.

“Tadi memang saya dikasih tahu, Bung Karno pernah datang ke sini sekitar tahun 1946,” ujarnya.

Di tempat itu, Puti mengamati pesan berupa tulisan kakeknya yang diukir di dalam goa tersebut. Dia berpendapat, Bung Karno dulu datang ke Goa Tabuhan juga untuk melihat satu potensi wisata alam ini.

“Karena goa ini sudah ada 50 ribu tahun yang lalu, sejak jaman purbakala. Ini merupakan peninggalan yang harus dilestarikan,” kata Puti.

Sementara itu, terkait ziarah ke makam KH Umar Sahid yang meninggal pada 4 Januari 2017, di usia sekitar 132 tahun, menurut Puti, hal itu sebagai bentuk wujud menghormati tokoh ulama yang melakukan syiar Islam di tiap daerah.

Dia menilai Kyai Umar Sahid sebagai sosok ulama besar yang melakukan syiar Islam di Kabupaten Pacitan.

“Ini upaya merajut benang merah sejarah. Terutama ulama besar yang telah melakukan syiar Islam. Seperti KH Umar Syahid ini telah banyak memberikan jasa di Pacitan, dengan syiar Islam,” tutur Puti, usai melakukan ziarah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...
SEMENTARA ITU...

Evaluasi Peringkat ke-11 Porprov 2025, Kabupaten Kediri Siapkan Strategi Menuju Lima Besar

KEDIRI – Kabupaten Kediri membidik posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Untuk ...
LEGISLATIF

Banjir Lahar Semeru, Eko Yunianto Desak Posko Darurat dan Logistik Pengungsian Dioptimalkan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, meminta optimalisasi posko darurat dan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...