Minggu
27 September 2026 | 7 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Mari Kita Mulai Pengorbanan dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

pdip-jatim-risma-berdoa

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kisah keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim sebagai contoh dalam melakukan kurban.

Oleh karena itu, Risma mengajak warga berbagi dengan berbagai cara, baik sumbangsih berbentuk materi, tenaga dan lainnya terutama membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan pada momen Idul Adha 1441 Hijriah.

“Yang paling penting adalah memberi dengan tulus ikhlas supaya mereka dapat merasakan apa yang kita rasakan, terutama yang benar-benar membutuhkan,” kata Risma, Jumat (31/7/2020).

Dia mencontohkan sepenggal kisah keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam melakukan kurban.

Kala itu, tutur Risma, Nabi Ibrahim rela mengikhlaskan putranya untuk disembelih. Namun saat akan disembelih, tiba-tiba putranya yang bernama Ismail itu digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba.

“Kita diberikan contoh yang sangat luar biasa. Saat itu nabi ikhlas dan tulus untuk melakukan kurban. Sekalipun pada sesuatu yang amat disayangi. Semua itu dilakukannya demi mencari Ridho Allah SWT,” ujar dia.

Oleh karena itu, Risma mengajak seluruh warga Surabaya untuk memanfaatkan momen ini dengan belajar dan mengerti makna berkurban. Terutama di tengah pandemi Covid-19, saat warga yang berkurban merasakan bagaimana harus rela, ikhlas serta tulus untuk berdonasi atau berkurban.

Risma juga minta masyarakat untuk memulai dengan ikhlas dan tulus dalam mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19. Bagi dia, dengan bermasker tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi melindungi keluarga serta orang-orang yang tercinta.

“Karena itu mari kita mulai pengorbanan ini dengan mematuhi protokol-protokol kesehatan terutama memakai masker,” imbaunya.

Untuk itu, Risma tidak henti-hentinya berpesan agar warga tetap saling solid, bahu membahu serta memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebab, menurut dia, Tuhan telah menciptakan semesta seisinya dengan segala warna dan bentuk yang beragam. Artinya, kata dia, Tuhan ingin agar sesama manusia tidak saling membeda-bedakan meskipun dengan latar belakang yang berbeda.

“Memang terkadang sulit bagi kita untuk mengikhlaskan atau berkurban terhadap apa yang kita yakini dan sayangi. Tapi percayalah semua ini akan kembali,” ucapnya.

Dia berharap ke depan warga Surabaya semakin meningkatkan rasa gotong royong dan kekeluargaan. Dia menuturkan, saat bergotong royong dan berbagi, di situ Allah SWT sudah menyiapkan ganti yang lebih indah dan cara yang terduga-duga. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPC Bojonegoro Berduka untuk Mas Guruh, Kirim Air Bersih ke 7 Desa Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Bojonegoro berduka seiring berpulangnya, Guruh Irianto ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Desak Pemprov Perketat Perlindungan Data Warga untuk Cegah Pinjol Ilegal

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat sistem pelindungan data pribadi ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono: Aspirasi Anak Muda Harus Berujung Kebijakan, Bukan Berhenti di Forum

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, persoalan yang disampaikan ...
KOLOM

Guruh Soekarnoputera: Seniman Besar, Marhaenis, dan Pejuang Partai

Oleh: Hasto Kristiyanto* INDONESIA kembali berduka. Pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB, di Rumah Sakit ...
KRONIK

Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Akses Rumah Terjangkau

BANYUWANGI – Sebanyak 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, ...
SEMENTARA ITU...

Ngaji Pusaka Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Doding: Kenalkan Keris sebagai Warisan Budaya

TRENGGALEK – Tradisi Ngaji Pusaka dalam rangkaian Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ...