Senin
10 Agustus 2026 | 10 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Mari Kita Mulai Pengorbanan dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

pdip-jatim-risma-berdoa

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kisah keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim sebagai contoh dalam melakukan kurban.

Oleh karena itu, Risma mengajak warga berbagi dengan berbagai cara, baik sumbangsih berbentuk materi, tenaga dan lainnya terutama membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan pada momen Idul Adha 1441 Hijriah.

“Yang paling penting adalah memberi dengan tulus ikhlas supaya mereka dapat merasakan apa yang kita rasakan, terutama yang benar-benar membutuhkan,” kata Risma, Jumat (31/7/2020).

Dia mencontohkan sepenggal kisah keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam melakukan kurban.

Kala itu, tutur Risma, Nabi Ibrahim rela mengikhlaskan putranya untuk disembelih. Namun saat akan disembelih, tiba-tiba putranya yang bernama Ismail itu digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba.

“Kita diberikan contoh yang sangat luar biasa. Saat itu nabi ikhlas dan tulus untuk melakukan kurban. Sekalipun pada sesuatu yang amat disayangi. Semua itu dilakukannya demi mencari Ridho Allah SWT,” ujar dia.

Oleh karena itu, Risma mengajak seluruh warga Surabaya untuk memanfaatkan momen ini dengan belajar dan mengerti makna berkurban. Terutama di tengah pandemi Covid-19, saat warga yang berkurban merasakan bagaimana harus rela, ikhlas serta tulus untuk berdonasi atau berkurban.

Risma juga minta masyarakat untuk memulai dengan ikhlas dan tulus dalam mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19. Bagi dia, dengan bermasker tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi melindungi keluarga serta orang-orang yang tercinta.

“Karena itu mari kita mulai pengorbanan ini dengan mematuhi protokol-protokol kesehatan terutama memakai masker,” imbaunya.

Untuk itu, Risma tidak henti-hentinya berpesan agar warga tetap saling solid, bahu membahu serta memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebab, menurut dia, Tuhan telah menciptakan semesta seisinya dengan segala warna dan bentuk yang beragam. Artinya, kata dia, Tuhan ingin agar sesama manusia tidak saling membeda-bedakan meskipun dengan latar belakang yang berbeda.

“Memang terkadang sulit bagi kita untuk mengikhlaskan atau berkurban terhadap apa yang kita yakini dan sayangi. Tapi percayalah semua ini akan kembali,” ucapnya.

Dia berharap ke depan warga Surabaya semakin meningkatkan rasa gotong royong dan kekeluargaan. Dia menuturkan, saat bergotong royong dan berbagi, di situ Allah SWT sudah menyiapkan ganti yang lebih indah dan cara yang terduga-duga. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...
KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...
OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

Jersey Soekarno Cup 2026, Ketika Identitas Daerah Menjelma di Lapangan

SURABAYA – Di lapangan sepak bola, jersey biasanya hanya dipandang sebagai seragam. Dipakai untuk membedakan satu ...