Ribuan Warga Tulungagung Terima Beasiswa PIP Guruh Sukarno, Erma: Kader Banteng Harus Kawal

 60 pembaca

TULUNGAGUNG – Sebanyak 1.400-an warga Tulungagung menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi anggota Komisi X DPR RI Guruh Sukarno Putra. Sosialisasi dan penyerahan sertifikat beasiswa PIP ini berlangsung di GOR Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (6/8/2022).

Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Erma Susanti yang menghadiri acara sosialisasi mengatakan, PIP adalah program pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pembagian beasiswa PIP bagi pelajar mulai tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat di Tulungagung ini dan hasil aspirasi kader Banteng, Guruh Sukarno Putra.

Sebagai kader PDI Perjuangan, kata Erma, dirinya mempunyai tugas untuk mengawal program itu dan memastikan program untuk para pelajar itu bisa berjalan lancar, tidak ada kendala di lapangan.

Pun kader Banteng lainnya, tambah dia, harus mengawal beasiswa PIP agar tak ada pungutan-pungutan yang dilakukan oleh oknum, sehingga program beasiswa itu bisa utuh sampai ke sasaran.

“Kami dari DPD PDI Perjuangan Jatim selalu memantau program ini dan selalu bertanya kepada masyarakat apakah Partai memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Tulungagung termasuk amanah untuk tidak ada pungutan dan alhamdulillah di Tulungagung amanah. Terbukti bahwa para peserta serentak mengatakan bahwa tidak pungutan,” kata Erma.

Menurut anggota Komisi B DPRD Jawa Timur ini, kedatangannya di Tulungagung mengawal PIP adalah untuk membuktikan bahwa Partai hadir di tengah masyarakat dan bersama-sama masyarakat untuk bergotong royong mengawal program PIP agar tepat sasaran

“Kita volunteeri, tidak dibayar untuk mengawal PIP ini sampai ke masyarakat. Kita juga berpesan kepada wali murid agar amanah dalam membelanjakan PIP sesuai dengan peruntukannya,” tuturnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif (BPEK) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menjelaskan, keberadaan PIP juga mengacu pada program prioritas Presiden Jokowi.

Selain itu, masyarakat Indonesia harus berpikir ke depan, karena bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan masa depan. Di antaranya krisis pangan dan lain sebagainya.

Bonus demografi, lanjut Erma, juga merupakan tantangan luar biasa. Kalau pemerintah tidak menyiapkan generasi penerus mulai dari sekarang, maka Indonesia tidak akan bisa menjadi makmur.

Artinya, kalau banyak generasi penerus yang tidak mempunyai skill, tidak punya kapasitas dan tidak bisa bersaing dengan kemajuan jaman maka mereka yang akan jadi korban.

“Kita menyiapkan itu, nantinya bonus demografi yang disiapkan isunya adalah anak-anak. Sehingga di 2030 sampai 2045 puncaknya itu adalah generasi yang unggul. Dan yang menjadi program Presiden Jokowi bahwa Indonesia menuju generasi emas di tahun 2045, akan tercapai,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk kuota PIP yang melalui jalur aspirasi Guruh Soekarno Putra berjumlah kurang lebih 13 ribu, dan itu dibagi di dapilnya. Yakni Jatim VI meliputi Kabupaten Tulungagung, Kediri Kabupaten/Kota dan Blitar Kabupaten/Kota.

Jika jumlah yang diterima disetiap Kabupaten ingin ditambah kuotanya, Erma bersedia akan melakukan evaluasi dan jika hasil evaluasi itu memang butuh tambahan nanti akan dikoordinasikan.

“Yang penting kita hadir dulu di masyarakat dan kita buktikan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan kerja untuk rakyat,” tutupnya. (sin/pr)