Rabu
14 Januari 2026 | 2 : 39

Ready Art, Produsen Anyaman dengan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

PDIP-Jatim-BPEK-Ngawi-14112021

NGAWI – Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Ngawi, Feligia Agit Hendiadi, mengenalkan produk anyaman lokal produksi Ready Art melalui lomba video UMKM dalam rangka Bulan Bung Karno (BBK), beberapa waktu yang lalu. Melalui lomba itu, BPEK Ngawi berhasil mendapatkan juara kedua. Sekaligus membuat produk lokal Ngawi itu semakin dikenal.

Dalam sebuah kesempatan, Agit panggilan Kepala BPEK Ngawi, mengajak awak media pdiperjuangan-jatim.com untuk melihat langsung proses produksi anyaman di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, pada Minggu (14/11/21). Agit menceritakan, saat dirinya berada di Bali, dia melihat produk-produk anyaman yang begitu bagus. Setelah dicek, rupanya produk itu berasal dari Ngawi.

“Ternyata produksinya dari Ngawi. Seperti tidak mengira, produk lokal Ngawi sangat diminati di Bali,” ucap pria yang juga duduk sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi.

Agit lantas mengenalkan Nur Cholis, pemuda di balik anyaman Ready Art. Ready Art, kata Nur Cholis, adalah produsen kerajinan yang fokus pada handmade decoration berbahan serat alam. Awal mula, lini produksinya ada di Bali, kemudian mengembangkan sayap produksi hingga di Ngawi.

“Kebetulan keluarga memang ada bakat di bidang handmade,” katanya.

Produk anyaman Ready Art berbahan baku serat alam. Nur Cholis merinci, di antaranya dari mendong, pandan, pelepah pisang, dan enceng gondok. Produk yang dihasilkan Ready Art rupanya juga bermacam-macam. Seperti tatakan meja, aneka keranjang, tikar, hingga meja dan kursi.

“Banyak macam produk, dan juga bisa di custom sesuai pesanan,” ujar Nur Cholis.

Untuk pemasaran, produk Ready Art masih fokus di seputaran Bali. Selain untuk pangsa lokal, juga menyasar bagi turis-turis yang tengah berwisata di Pulau Dewata itu.

Selain menguntungkan dari sisi ekonomi, Ready Art produksi Ngawi ternyata juga mampu memberdayakan warga sekitarnya. Nur Cholis mengaku, tetangga sekitarnya yang kebanyakan adalah petani, saat jeda masa tanam atau panen, sering ikut bekerja sebagai penganyam.

“Kita juga melibatkan tetangga sekitar, utamanya ibu-ibu rumah tangga. Ada 30an lebih yang ikut terlibat dalam produksi Ready Art,” tutupnya. (mmf/set)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Terkait Sistem Pilkada, Puan Maharani Pastikan Tetap Buka Komunikasi dengan Seluruh Fraksi di DPR

JAKARTA – PDI Perjuangan menolak sistem pilkada melalui DPRD. Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan ...
LEGISLATIF

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan, Eddy Paripurna Sebut Koordinasi Lintas Sektor Sangat Penting

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah provinsi (Pemprov) terus menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

Soal Pilkada, Widarto: PDI Perjuangan Berkomitmen Jaga Kedaulatan Rakyat!

JEMBER – “Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berkomitmen menjaga kedaulatan rakyat!”. Demikian pernyataan Ketua ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Laporan Kepada Rakyat

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyampaikan “Laporan Kepada Rakyat Tahun 2025” sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

Dirikan Rumah Budaya, Rindu Rikat: Wujud Kontribusi PDIP dalam Pengembangan Seni Budaya Daerah

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kota Kediri berusaha mewujudkan komitmen memajukan seni dan budaya lokal sebagai bagian ...
KRONIK

Kalender Event 2026 Digelar di 27 Kecamatan, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan 110 kegiatan dalam Kalender Event 2026. ...