BLITAR — Pusaran angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Gandusari pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah permukiman warga. Atap rumah beterbangan, dinding retak, dan perabotan rumah tangga berserakan, memaksa sebagian warga menghentikan aktivitas harian mereka.
Di Desa Sumberagung dan Desa Tambakan, warga masih sibuk membereskan sisa-sisa kerusakan. Beberapa rumah tampak beratap terpal seadanya, sementara sebagian lainnya belum bisa dihuni sehingga penghuninya terpaksa menumpang di rumah kerabat.
Di tengah suasana tersebut, bantuan mulai berdatangan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Blitar menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak, dengan prioritas bagi kelompok rentan seperti lansia, janda, dan warga kurang mampu.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPC PDIP Kabupaten Blitar, Sariati, turun langsung menemui warga dari rumah ke rumah. Kehadirannya tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan cerita warga yang masih berusaha bangkit setelah bencana.
“Bencana memang tidak pernah kita duga datangnya. Namun kepedulian harus selalu hadir tanpa menunggu. Kami ingin memastikan para lansia, para janda, dan warga kurang mampu tetap mendapatkan perhatian di saat sulit seperti ini,” ujar Sariati kepada tim media ini, Selasa (2/3/2026).

Puluhan paket sembako disalurkan sebagai bantuan awal untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga. Selain itu, tim Banteng Kabupaten Blitar juga berdialog dengan masyarakat guna memetakan kebutuhan lanjutan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Di Desa Sumberagung, sejumlah bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terjangan angin kencang. Sementara di Desa Tambakan, beberapa warga lansia masih mengungsi karena rumah mereka belum aman ditempati.
Menurut Sariati, solidaritas sosial menjadi kekuatan penting dalam masa pemulihan pascabencana. Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen sosial dapat mempercepat proses pemulihan kondisi warga.
“Kami ingin kehadiran PDI Perjuangan benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan seperti ini,” tegasnya.
Di balik kerusakan yang ditinggalkan angin puting beliung, semangat gotong royong tetap terasa. Bantuan yang datang bukan sekadar paket sembako, melainkan pengingat bahwa di tengah musibah, kepedulian masih tumbuh dan saling menguatkan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










