Jumat
30 Oktober 2026 | 1 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Minta Hari Lahir Pancasila Sebagai Hari Besar Nasional

pdip jatim - puan - grebeg pancasila
pdip jatim - puan - grebeg pancasila
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, saat berpidato mewakili keluarga Bung Karno dalam peringatan hari Lahir Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2015).

BLITAR – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani minta pemerintah menjadikan hari kelahiran Pancasila 1 Juni sebagai hari nasional. Permintaan ini disampaikan Puan saat berpidato mewakili keluarga Proklamator Ir Soekarno dalam upacara peringatan hari kelahiran Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2015).

“Saya berharap ke depan 1 Juni menjadi hari besar yang diakui pemerintah. Diakui seluruh bangsa bahwa tanggal 1 Juni hari lahir Pancasila,” katanya.

Puan juga mengapresiasi pimpinan MPR periode 2014-2019, yang melanjutkan tradisi peringatan hari lahir Pancasila yang sudah dimulai pada 2010 saat Taufik Kiemas menjabat sebagai Ketua MPR RI.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya acara pidato Bung Karno setiap tahunnya oleh MPR, dimulai sejak masa Pak Taufik Kiemas pada 2010,” kata Puan.

Baca juga: Mega dan Jokowi Hadiri Grebeg Pancasila

Putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu berharap acara tersebut bisa terus dilanjutkan setiap tahunnya untuk terus mengingatkan anak bangsa tentang ideologi dasar negara dan perjuangan Soekarno. “Kegiatan ini penting dilanjutkan agar tidak amnesia sejarah, saya ulangi agar tidak amnesia sejarah terhadap nilai luhur bangsa sendiri,” ujarnya.

Dia juga berharap peringatan hari kelahiran Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Bukan seremonial hanya diingat semata. Bahwa sila itu punya arti dan makna sebagai dasar negara untuk bisa dilaksanakan,” kata ucapnya.

Puan sempat membahas masa pemerintahan Orde Baru yang berusaha menyingkirkan ketokohan Soekarno. Padahal, jasa Soekarno sangat penting bagi bangsa Indonesia.

“Sebagai keluarga (Bung Karno), kami prihatin karena ada proses desoekarnoisasi di masa Orde Baru, mencampuradukkan antara posisi Bung Karno sebagai ideolog dengan kapasitasnya sebagai tokoh politik. Seharusnya proses politik tidak boleh mendistorsi apalagi memanipulasi aspek sejarah, apalagi soal Pancasila,” kata Puan. (goek)

Foto-foto, klik: Di Sini

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...
LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...
KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...
KRONIK

Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Repdem Jatim Bersihkan Sampah Gunung Penanggungan

Lebih dari 100 aktivis Repdem PDI Perjuangan Jatim membersihkan sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan dalam ...