oleh

Prananda Sumbang Sembako ke TKI Saudi Binladin

pdip-jatim-sembako-dpln-saudiMAKKAH – Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan, Prananda Prabowo, memberikan sumbangan untuk TKI Saudi Binladin Group (SBG). Penyaluran sumbangan dalam bentuk sembako putra Megawati Soekarnoputri itu melalui DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Sumbangan tersebut diberikan setelah DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, melalui Abdullah Abdulkarim Babsel, menerima pengaduan dari TKI Saudi Binladin Group pada 14 Mei 2016. Pengaduan tersebut langsung dilaporkan ke DPP PDI Perjuangan, dan mendapat tanggapan dari Pimpinan Pusat Partai serta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.

Selain Prananda Prabowo, sumbangan tersebut juga dihimpun dari gotong royong para kader PDI Perjuangan seperti Eva Kusuma Sundari (anggota DPR RI), Andi Ridwan Wittiri (anggota DPR RI), Alex Indra Lukman (anggota DPR RI), Eny Hartini (pengurus DPLN), dan lainnya.

Sebelumnya, Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rachmat telah berkomunikasi dengan Prananda Prabowo yang juga Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPP PDI Perjuangan.

“Komunikasi itu untuk melaporkan kegiatan tersebut dan menyampaikan kinerja serta pelayanan Perwakilan RI di Saudi Arabia,” jelas Eka Sapta Rivai, Sekretaris DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, dalam siaran pers yang tim media PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (22/5/2016).

Penyaluran bantuan sembako kepada TKI Saudi Binladin Group diserahkan pada Sabtu (21/5/2016) pagi di asrama para pekerja Indonesia SBG daerah Al Awali dan Bata Qurais Kota Makkah.

Pengurus DPLN yang menyerahkan adalah Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, Dasan Suprija serta Wakil Ketua Bidang Organisasi DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Roedy Mussofa. Turut mendampingi yaitu beberapa pengurus DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia lainnya seperti Rofik Sunaryo dan Eny Hartini.

Hadir pula dalam rombongan, beberapa pengurus dan anggota dari organisasi sayap PDI Perjuangan yaitu Pospertki Saudi Arabia. Seperti Ramida Muhammad (Ketua Umum), Oktavian Hardianto (Sekretaris Jenderal), Muhammad Kurdi (anggota), dan Rifanudin (Anggota).

Kedatangan rombongan DPLN PDI Perjuangan dan Pospertki Saudi Arabia disambut suka cita oleh para TKI SBG. Ucapan terimakasih dan apresiasi dari para TKI SBG terhadap PDI Perjuangan yang tanggap setelah menerima pengaduan.

Sebelum serah terima bantuan sembako, kegiatan diawali makan bersama TKI Saudi Binladin Group dengan nasi kotak yang telah disiapkan Ramida Muhammad Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, yang juga Ketua Umum PPLN Pospertki Saudi Arabia.

Selain menyerahkan bantuan, kunjungan itu dimanfaatkan untuk mendengar langsung aspirasi dari TKI Saudi Binladin Group.

Ramida menyebutkan, dari data yang baru dihimpun, terdapat puluhan TKI SBG dari 3 asrama yang belum menerima bantuan sembako dan luput dari pantauan pihak manapun. Menurut dia, bisa saja jumlahnya mencapai ratusan, bila ditelusuri lebih mendalam. Atas dasar itulah, PDI Perjuangan pasca menerima pengaduan, langsung melakukan tindakan.

Kasus mereka sama dengan TKI SBG lainnya, tidak digaji, tidak dipulangkan, dan lainnya. Asrama mereka pun sempat dirazia pihak aparat setempat, sebagian dari mereka ditangkap karena iqamahnya (izin permit) tidak diperbarui oleh pihak Saudi Binladin Group.

“Sebagian dari mereka pun mengaku sudah menghubungi salah satu staf KJRI Jeddah, baik melalui telepon maupun sms, tetapi belum ada titik terang. Kita akan lakukan konfirmasi dalam hal ini ke KJRI Jeddah,” jelasnya.

Bendahara DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Abdullah Babsel merinci, bantuan sembako yang disalurkan di antaranya beras, mie instan, telur, dan korma. Selain itu pula, juga ada sumbangan dalam bentuk uang untuk mengurangi sebagian beban utang TKI SBG di warung tempat mereka memenuhi kebutuhannya selama 4 bulan tidak menerima gaji.

Sebagaimana diketahui, Perusahaan kontruksi terbesar di Timur Tengah Saudi Bin Laden Group (SBG) mengalami kerugian miliaran reyal sejak pemerintah Saudi Arabia menolak untuk memberikan kontrak baru setelah terjadinya peristiwa robohnya crane pada proyek perluasan Masjidil Haram yang menelan korban sebanyak 107 wafat saat musim haji lalu.

Hal ini telah menyebabkan SBG mengalami kesulitan finansial dan tidak sanggup membayar gaji para pekerja hingga harus melakukan PHK sepihak terhadap puluhan ribu pekerja asing, yang di antaranya kurang lebih 6.000 pekerja Indonesia. (goek)