Kamis
08 Oktober 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Popularitas Melesat, Bukti Puti Guntur Seorang Petarung

pdip-jatim-puti-gunung-budheg2

SURABAYA – Popularitas Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno terus melesat. Meski terhitung baru, cucu Presiden pertama RI Bung Karno itu mampu dikenal publik dengan cepat.

Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengatakan, popularitas Puti mencapai 32,9 persen, hanya selisih tak sampai 8 persen dengan kompetitornya, Cawagub Emil Dardak yang punya popularitas 39,9 persen.

“Kalau kandidat gubernur, antara Gus Ipul dan Bu Khofifah, popularitasnya sudah sangat tinggi. Semua sudah di atas 70 persen,” kata Yohan dalam Diskusi Publik “Membedah Elektabilitas dan Voting Behaviour pada Pilgub Jatim 2018″ yang digelar BEM FEB Universitas Airlangga, Kamis (15/3/2018).

Litbang Kompas menggelar survei pada 19 Februari-4 Maret dengan 800 responden. Margin of error sebesar 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Yohan menambahkan, keluarga menjadi salah satu influencer utama dalam Pilgub Jatim. “Preferensi orang dipengaruhi lingkungan keluarganya. Maka model kampanye door to door cukup efektif dalam meningkatkan awareness ke kandidat,” ujarnya.

Pada survei Polmark Indonesia, popularitas Emil sebesar 33,9 persen, hanya selisih sangat tipis di atas Puti sebesar 33,3 persen.

Pengamat politik Universitas Airlangga, Novri Susan PhD, mengatakan, menarik mencermati capaian popularitas antara Emil dan Puti.

Emil sudah melakukan kerja politik sejak enam bulan lalu. Bahkan, bisa dikatakan sejak menjadi bupati pada Februari 2016, Emil cukup rajin mengisi seminar di berbagai daerah di Jatim.

Adapun Puti Guntur Soekarno baru muncul ke proses politik di Jatim mulai 10 Januari 2018 saat pendaftaran di KPU Jatim. Artinya, Puti baru bergerilya tak sampai dua bulan.

“Maka dengan selisih yang tidak besar itu, Puti mengirim pesan bahwa dia seorang petarung, pelaku politik yang dengan cepat membangun jejaring, piawai merespons dinamika lapangan, dan cakap memasarkan gagasannya,” ujar doktor lulusan Doshisha University Jepang itu.

Tentu saja, sambung Novri, cepatnya popularitas Puti terkerek juga karena dukungan mesin PDI Perjuangan dan kaum nasionalis lainnya.

Novri menambahkan, tantangan ke depan bagi Emil dan Puti untuk terus memacu pengenalannya.

“Karena seperti paparan dari banyak survei, sosok Bu Khofifah dan Gus Ipul sudah mentok pengenalan dan pendalaman kandidatnya. Nah tinggal bagaimana Emil dan Puti bergerak selincah mungkin. Kalau dari posisi saat ini, terlihat Puti lebih lincah bergerak,” pungkas Novri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...