Jumat
21 Agustus 2026 | 12 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Popularitas Melesat, Bukti Puti Guntur Seorang Petarung

pdip-jatim-puti-gunung-budheg2

SURABAYA – Popularitas Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno terus melesat. Meski terhitung baru, cucu Presiden pertama RI Bung Karno itu mampu dikenal publik dengan cepat.

Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengatakan, popularitas Puti mencapai 32,9 persen, hanya selisih tak sampai 8 persen dengan kompetitornya, Cawagub Emil Dardak yang punya popularitas 39,9 persen.

“Kalau kandidat gubernur, antara Gus Ipul dan Bu Khofifah, popularitasnya sudah sangat tinggi. Semua sudah di atas 70 persen,” kata Yohan dalam Diskusi Publik “Membedah Elektabilitas dan Voting Behaviour pada Pilgub Jatim 2018″ yang digelar BEM FEB Universitas Airlangga, Kamis (15/3/2018).

Litbang Kompas menggelar survei pada 19 Februari-4 Maret dengan 800 responden. Margin of error sebesar 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Yohan menambahkan, keluarga menjadi salah satu influencer utama dalam Pilgub Jatim. “Preferensi orang dipengaruhi lingkungan keluarganya. Maka model kampanye door to door cukup efektif dalam meningkatkan awareness ke kandidat,” ujarnya.

Pada survei Polmark Indonesia, popularitas Emil sebesar 33,9 persen, hanya selisih sangat tipis di atas Puti sebesar 33,3 persen.

Pengamat politik Universitas Airlangga, Novri Susan PhD, mengatakan, menarik mencermati capaian popularitas antara Emil dan Puti.

Emil sudah melakukan kerja politik sejak enam bulan lalu. Bahkan, bisa dikatakan sejak menjadi bupati pada Februari 2016, Emil cukup rajin mengisi seminar di berbagai daerah di Jatim.

Adapun Puti Guntur Soekarno baru muncul ke proses politik di Jatim mulai 10 Januari 2018 saat pendaftaran di KPU Jatim. Artinya, Puti baru bergerilya tak sampai dua bulan.

“Maka dengan selisih yang tidak besar itu, Puti mengirim pesan bahwa dia seorang petarung, pelaku politik yang dengan cepat membangun jejaring, piawai merespons dinamika lapangan, dan cakap memasarkan gagasannya,” ujar doktor lulusan Doshisha University Jepang itu.

Tentu saja, sambung Novri, cepatnya popularitas Puti terkerek juga karena dukungan mesin PDI Perjuangan dan kaum nasionalis lainnya.

Novri menambahkan, tantangan ke depan bagi Emil dan Puti untuk terus memacu pengenalannya.

“Karena seperti paparan dari banyak survei, sosok Bu Khofifah dan Gus Ipul sudah mentok pengenalan dan pendalaman kandidatnya. Nah tinggal bagaimana Emil dan Puti bergerak selincah mungkin. Kalau dari posisi saat ini, terlihat Puti lebih lincah bergerak,” pungkas Novri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...
SEMENTARA ITU...

Forkopimda Patroli Bersama, Syaifuddin Ajak Arek-arek Suroboyo Jaga Kota Tetap Kondusif

SURABAYA – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya kembali turun bersama melakukan ...
EKSEKUTIF

OJK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...